alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Pasca Banjir, Golkar Usul Restrukturisasi Manajemen Kehutanan Bali

NEGARA – Bencana tanah longsor dan banjir bandang yang berulang kali terjadi di wilayah Kabupaten Jembrana menjadi perhatian serius DPD Golkar Bali.

Parpol berlambang pohon beringin itu mengusulkan penataan kembali manajemen pengelolaan kehutanan secara menyeluruh di Bali.

Pengelolaan manajemen kehutanan dimaksud membutuhkan ketersediaan dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas pendukung yang memadai.

Hal itu dikemukakan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Dr.I Nyoman Sugawa Korry, SE,MM.Ak.CA., di sela-sela bakti sosial dan penyerahan bantuan Partai Golkar

kepada korban musibah banjir bandang di Desa Medewi, Pulukan, dan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Sabtu kemarin (23/1).

Khususnya untuk Jembrana yang wilayahnya 45 persen hutan dengan luas 38.000 hektare, menurut Sugawa Korry, sangat kontradiktif bila ternyata hanya ada 16 tenaga pengawas kehutanan.

16 tenaga pengawas dimaksud pun termasuk tenaga administrasi dan tidak memiliki kantor. “Artinya, masih belum terkelola optimal.

Manajemen pengelolaan hutan ini perlu dibenahi dengan sungguh-sungguh, karena hutan merupakan objek yang sangat vital.

Terlebih lagi dalam visi-misi pembangunan dan konsep Gubernur Bali “Nangun Sat Kertih Loka Bali”. Pelestarian hutan (wana kertih) merupakan sektor yang harus mendapat perhatian serius,” tegas Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali itu.

Pihaknya mengimbau program pelestarian dan penataan hutan perlu diprioritaskan di seluruh Bali. Termasuk di Jembrana.

“Kita sadar dan tahu bahwa hasil penataan hutan itu output-nya bersifat jangka panjang. Lewat dari masa jabatan kepala daerah.

Tapi, untuk urusan hutan ini janganlah pendekatannya seperti itu. Isu pengelolaan hutan memang tidak seksi saat kampanye pilkada. Tapi, kepala daerah hendaknya tetap menjadikannya sebagai prioritas,” tandas Sugawa Korry.

Pada bakti sosial dan penyerahan bantuan Partai Golkar kepada korban musibah banjir bandang di posko bencana Desa Medewi,

jajaran Partai Golkar Provinsi Bali dan DPD Partai Golkar Jembrana dikomandani Ketua DPD Golkar Jembrana I Made Suardana bersama Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG),

serta Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Jembrana menyerahkan sejumlah paket sembako dan masker.

Pada kesempatan itu Ketua DPD Partai Golkar Bali Sugawa Korry langsung menginstruksikan AMPG dan KPPG Jembrana bergerak membantu penanganan dampak bencana yang menimpa ketiga desa.

Sore hari kemarin, jajaran kedua organisasi, yakni AMPG dan KPPG  secara langsung bergerak membantu perbaikan jalan putus dan membersihkan lumpur pasca bencana. 



NEGARA – Bencana tanah longsor dan banjir bandang yang berulang kali terjadi di wilayah Kabupaten Jembrana menjadi perhatian serius DPD Golkar Bali.

Parpol berlambang pohon beringin itu mengusulkan penataan kembali manajemen pengelolaan kehutanan secara menyeluruh di Bali.

Pengelolaan manajemen kehutanan dimaksud membutuhkan ketersediaan dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan fasilitas pendukung yang memadai.

Hal itu dikemukakan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Dr.I Nyoman Sugawa Korry, SE,MM.Ak.CA., di sela-sela bakti sosial dan penyerahan bantuan Partai Golkar

kepada korban musibah banjir bandang di Desa Medewi, Pulukan, dan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Sabtu kemarin (23/1).

Khususnya untuk Jembrana yang wilayahnya 45 persen hutan dengan luas 38.000 hektare, menurut Sugawa Korry, sangat kontradiktif bila ternyata hanya ada 16 tenaga pengawas kehutanan.

16 tenaga pengawas dimaksud pun termasuk tenaga administrasi dan tidak memiliki kantor. “Artinya, masih belum terkelola optimal.

Manajemen pengelolaan hutan ini perlu dibenahi dengan sungguh-sungguh, karena hutan merupakan objek yang sangat vital.

Terlebih lagi dalam visi-misi pembangunan dan konsep Gubernur Bali “Nangun Sat Kertih Loka Bali”. Pelestarian hutan (wana kertih) merupakan sektor yang harus mendapat perhatian serius,” tegas Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali itu.

Pihaknya mengimbau program pelestarian dan penataan hutan perlu diprioritaskan di seluruh Bali. Termasuk di Jembrana.

“Kita sadar dan tahu bahwa hasil penataan hutan itu output-nya bersifat jangka panjang. Lewat dari masa jabatan kepala daerah.

Tapi, untuk urusan hutan ini janganlah pendekatannya seperti itu. Isu pengelolaan hutan memang tidak seksi saat kampanye pilkada. Tapi, kepala daerah hendaknya tetap menjadikannya sebagai prioritas,” tandas Sugawa Korry.

Pada bakti sosial dan penyerahan bantuan Partai Golkar kepada korban musibah banjir bandang di posko bencana Desa Medewi,

jajaran Partai Golkar Provinsi Bali dan DPD Partai Golkar Jembrana dikomandani Ketua DPD Golkar Jembrana I Made Suardana bersama Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG),

serta Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Jembrana menyerahkan sejumlah paket sembako dan masker.

Pada kesempatan itu Ketua DPD Partai Golkar Bali Sugawa Korry langsung menginstruksikan AMPG dan KPPG Jembrana bergerak membantu penanganan dampak bencana yang menimpa ketiga desa.

Sore hari kemarin, jajaran kedua organisasi, yakni AMPG dan KPPG  secara langsung bergerak membantu perbaikan jalan putus dan membersihkan lumpur pasca bencana. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/