alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Jadi Pangkostrad, Mayjen Maruli Simanjuntak Akui Dekat Istana

DENPASAR – Pangdam IX/ Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menanggappi tudingan soal pengangkatannya sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Dia juga menanggapi soal kedekatannya dengan orang istana.  

 

Diketahui, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menggantikan Letjen Dudung Abdurachman sebagai Pangkostrad. Kendati demikian, jabatan barunya itu tak lepas dari adanya isu liar terkait kedekatannya dengan istana. Apalagi Maruli Simanjuntak sendiri merupakan menantu dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan.

 

Terkait tudingan liar soal jabatan baru yang berhubungan dengan kedekatan istana itu, Maruli angkat bicara. Kepada awak media, dirinya tidak membantah jika dirinya memang dekat dengan istana. 

 

“Ya, apa salah kalau saya dekat (dengan istana, Red),” kata Maruli Simanjuntak kepada awak media di Denpasar, Senin (24/1/2022) sore. 

 

Maruli melanjutkan bahwa yang mengangkatnya menjadi Pangkostrad bukan dia sendiri. Dia pun mengaku tahu persis bagaimana Presiden Joko Widodo bekerjanya.

Baca Juga:  Gubernur Koster-Wagub Cok Ace Bangun Infrastruktur Strategis

 

“Kebetulan saya bertahun-tahun dengan beliau. Saya rasa kalau saya harus bicara tentang jabatan ke beliau, saya enggak tega lagi kalau melihat cara kerja beliau,” kata mantan Komandan Paspampres ini.

 

Menurut Maruli, dia tidak pernah meminta jabatan apa pun di TNI. Sekalipun dia memiliki kedekatan dengan Jokowi sebagai Komandan Paspampres.

 

“Dikasih Pangdam Udayana saya juga enggak tahu dulu. Mau jadi Pangkostrad pun saya enggak tahu dulu. Saya tidak pernah terucap untuk mengatakan itu. Ya, kalau ada tanggapan itu, ya, silakan-silakan saja. Saya bekerja saja,” katanya.

 

Saat ditanya apakah ini juga berkaitan dengan statusnya sebagai menantu dari Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Maruli membantah halus. Namun dia mengamini jika dirinya memang mempunyai hubungan secara kedekatan dengan Luhut. 

Baca Juga:  Nyaris Ribut dengan Purwa, Oka Antara: Miskomunikasi, Tiyang Pelih

 

“Mau saya tolak juga berkaitan, bagaimana coba. Kami enggak begitu lah. Jadi kalau orang menganggap seperti itu, kalau saran saya, kalau mau jadi pengamat, amatilah dengan baik sebagaimana track record-nya. Tapi kalau dari jauh mengamatinya, ya udahlah itu memang dekat. Jadi saran saya diamati saja track record-nya,” tambahnya. 

 

Sekadar diketahui, Maruli Panjaitan menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana selama kurang lebih satu tahun dua bulan. Menurutnya banyak pengalaman menarik. Apalagi Kodam IX/ Udayana membawahi setidaknya tiga provinsi. Mulai dari Bali, NTB dan juga NTT.

 

“Ya saya mendapat banyak pengalaman di Bali satu tahun dua bulan. Dan wilayahnya tiga provinsi. Ada keunikan di tiap provinsi dengan tradisinya masing-masing. Banyak kami membuat kegiatan dengan masyarakat. Ada beberapa yang kita bisa kerjakan berlanjut. Sehingga lebih bermanfaat buat masyarakat di Kodam IX/Udayana,” pungkasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR – Pangdam IX/ Udayana, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menanggappi tudingan soal pengangkatannya sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Dia juga menanggapi soal kedekatannya dengan orang istana.  

 

Diketahui, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak menggantikan Letjen Dudung Abdurachman sebagai Pangkostrad. Kendati demikian, jabatan barunya itu tak lepas dari adanya isu liar terkait kedekatannya dengan istana. Apalagi Maruli Simanjuntak sendiri merupakan menantu dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan.


 

Terkait tudingan liar soal jabatan baru yang berhubungan dengan kedekatan istana itu, Maruli angkat bicara. Kepada awak media, dirinya tidak membantah jika dirinya memang dekat dengan istana. 

 

“Ya, apa salah kalau saya dekat (dengan istana, Red),” kata Maruli Simanjuntak kepada awak media di Denpasar, Senin (24/1/2022) sore. 

 

Maruli melanjutkan bahwa yang mengangkatnya menjadi Pangkostrad bukan dia sendiri. Dia pun mengaku tahu persis bagaimana Presiden Joko Widodo bekerjanya.

Baca Juga:  SK Pemberhentian Sugiasa Berbuntut, Paslon 02 Siap Tempuh Jalur Hukum

 

“Kebetulan saya bertahun-tahun dengan beliau. Saya rasa kalau saya harus bicara tentang jabatan ke beliau, saya enggak tega lagi kalau melihat cara kerja beliau,” kata mantan Komandan Paspampres ini.

 

Menurut Maruli, dia tidak pernah meminta jabatan apa pun di TNI. Sekalipun dia memiliki kedekatan dengan Jokowi sebagai Komandan Paspampres.

 

“Dikasih Pangdam Udayana saya juga enggak tahu dulu. Mau jadi Pangkostrad pun saya enggak tahu dulu. Saya tidak pernah terucap untuk mengatakan itu. Ya, kalau ada tanggapan itu, ya, silakan-silakan saja. Saya bekerja saja,” katanya.

 

Saat ditanya apakah ini juga berkaitan dengan statusnya sebagai menantu dari Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Maruli membantah halus. Namun dia mengamini jika dirinya memang mempunyai hubungan secara kedekatan dengan Luhut. 

Baca Juga:  Pangdam IX/Udayana Diangkat Jadi Pangkostrad

 

“Mau saya tolak juga berkaitan, bagaimana coba. Kami enggak begitu lah. Jadi kalau orang menganggap seperti itu, kalau saran saya, kalau mau jadi pengamat, amatilah dengan baik sebagaimana track record-nya. Tapi kalau dari jauh mengamatinya, ya udahlah itu memang dekat. Jadi saran saya diamati saja track record-nya,” tambahnya. 

 

Sekadar diketahui, Maruli Panjaitan menjabat sebagai Pangdam IX/Udayana selama kurang lebih satu tahun dua bulan. Menurutnya banyak pengalaman menarik. Apalagi Kodam IX/ Udayana membawahi setidaknya tiga provinsi. Mulai dari Bali, NTB dan juga NTT.

 

“Ya saya mendapat banyak pengalaman di Bali satu tahun dua bulan. Dan wilayahnya tiga provinsi. Ada keunikan di tiap provinsi dengan tradisinya masing-masing. Banyak kami membuat kegiatan dengan masyarakat. Ada beberapa yang kita bisa kerjakan berlanjut. Sehingga lebih bermanfaat buat masyarakat di Kodam IX/Udayana,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/