alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Bendara PDIP Bergeser, Ngurah Arya Peluang Duduki Kursi Ketua Fraksi

SINGARAJA – Pergeseran pengurus DPC PDIP Buleleng saat konferensi cabang (Konfercab) di Hotel Inna The Grand Bali Beach Hotel beberapa waktu lalu membawa konsekuensi.

Sebagaimana diketahui, Bendahara DPC PDIP Buleleng bergeser dari Putu Mangku Budiasa ke Ketut Ngurah Arya.

Dengan pergeseran ini, Ketut Ngurah Arya berpeluang menduduki dua jabatan sekaligus. Yakni Ketua Fraksi PDIP Buleleng dan Ketua Komisi.

Jika melihat dari struktur pimpinan DPC PDIP Buleleng, Ketua DPC PDIP Buleleng masih diduduki oleh Putu Agus Suradnyana yang saat ini sebagai Bupati Buleleng.

Sekretaris DPC PDIP Buleleng dipegang Gede Supriatna yang kini sebagai Ketua DPRD Buleleng., Putu Mangku Budiasa sebagai ketua Komisi II DPRD Buleleng dan jabatan ketua Fraksi PDIP Ni Kadek Turkini.

Menanggapi pergeseran posisinya, Putu Mangku Budiasa menjawab itu hal biasa terjadi soal roling jabatan di struktur DPC PDIP Buleleng.

Tidak ada persoalan. Itu usulan dari rekan-rekan PAC dibawah dan keputusan dan kebijakan langsung dari Ketua DPC PDIP Buleleng.

“Saya rasa tidak ada persoalan. Di posisi mana saya entah itu bendahara dan wakil bendahara dan posisi lainnya. Saya semua kader memiliki tugas dan fungsi yang sama,” ujar Mangku Budiasa.

Disinggung perihal bukankah jabatan di partai akan berpengaruh nantinya pada jabatan strategis di DPRD Buleleng dan terjadi pergeseran juga, Mangku Budiasa mengaku jelas ada dampak.

Jika melihat AD/ART partai, siapa yang menduduki jabatan partai yang tertinggi dia yang nanti menduduki jabatan strategis dalam eksekutif dan legislatif.

“Bisa saja itu terjadi, Kalau menduduki ketua, sekretaris dan bendahara di partai, pasti menduduki jabatan ketua DPRD Buleleng, ketua Fraksi PDIP, ketua komisi dan ketua lainnya,” jelasnya.

Meski nanti terjadi pergeseran, Mangku Budiasa menambahkan itu bukan semua orientasi sebagai kader PDIP.

Semua kader PDIP yang kini kembali terpilih sebagai anggota DPRD Buleleng. “Yang jelas bagaimana mengawal aspirasi masyarakat Buleleng di DPRD Buleleg,” tandasnya.  

Sementara itu Ketut Ngurah Arya menjawab santai perihal dirinya yang menduduki sebagai bendaha DPD DPC PDIP Buleleng. S

“Kebetulan ada voting dari 9 PAC di Buleleng dan 6 suara PAC saya raih dan terpilih sebagai bendahara DPC,” ungkap kader PDIP asal Gerokgak yang terpilih kembali sebagai anggota DPRD Buleleng.

Mengenai jabatan ketua fraksi, ketua komisi dan jabatan lainnya setelah dirinya ditunjuk sebagai bendahara DPC PDIP, Ngurah Arya menyerahkan ke ketua DPC PDIP Buleleng.

Jika semua kader terpilih PDIP sebagai anggota dewan dan mampu menjadi pemimpin pasti akan ditunjuk oleh pimpinan partai.

Kemudian ditunjuk atau siap tidaknya. “Saya rasa semua kader siap. Jika tidak siap maka diberikan kepada yang lainnya. Apalagi sebagai ketua fraksi PDIP harus mampu memimpin

dengan 18 kader PDIP di DPRD Buleleng. Termasuk juga sebagai ketua komisi mampu membawa nama partai dan mengawal aspiransi masyakatar,”  tandasnya. 



SINGARAJA – Pergeseran pengurus DPC PDIP Buleleng saat konferensi cabang (Konfercab) di Hotel Inna The Grand Bali Beach Hotel beberapa waktu lalu membawa konsekuensi.

Sebagaimana diketahui, Bendahara DPC PDIP Buleleng bergeser dari Putu Mangku Budiasa ke Ketut Ngurah Arya.

Dengan pergeseran ini, Ketut Ngurah Arya berpeluang menduduki dua jabatan sekaligus. Yakni Ketua Fraksi PDIP Buleleng dan Ketua Komisi.

Jika melihat dari struktur pimpinan DPC PDIP Buleleng, Ketua DPC PDIP Buleleng masih diduduki oleh Putu Agus Suradnyana yang saat ini sebagai Bupati Buleleng.

Sekretaris DPC PDIP Buleleng dipegang Gede Supriatna yang kini sebagai Ketua DPRD Buleleng., Putu Mangku Budiasa sebagai ketua Komisi II DPRD Buleleng dan jabatan ketua Fraksi PDIP Ni Kadek Turkini.

Menanggapi pergeseran posisinya, Putu Mangku Budiasa menjawab itu hal biasa terjadi soal roling jabatan di struktur DPC PDIP Buleleng.

Tidak ada persoalan. Itu usulan dari rekan-rekan PAC dibawah dan keputusan dan kebijakan langsung dari Ketua DPC PDIP Buleleng.

“Saya rasa tidak ada persoalan. Di posisi mana saya entah itu bendahara dan wakil bendahara dan posisi lainnya. Saya semua kader memiliki tugas dan fungsi yang sama,” ujar Mangku Budiasa.

Disinggung perihal bukankah jabatan di partai akan berpengaruh nantinya pada jabatan strategis di DPRD Buleleng dan terjadi pergeseran juga, Mangku Budiasa mengaku jelas ada dampak.

Jika melihat AD/ART partai, siapa yang menduduki jabatan partai yang tertinggi dia yang nanti menduduki jabatan strategis dalam eksekutif dan legislatif.

“Bisa saja itu terjadi, Kalau menduduki ketua, sekretaris dan bendahara di partai, pasti menduduki jabatan ketua DPRD Buleleng, ketua Fraksi PDIP, ketua komisi dan ketua lainnya,” jelasnya.

Meski nanti terjadi pergeseran, Mangku Budiasa menambahkan itu bukan semua orientasi sebagai kader PDIP.

Semua kader PDIP yang kini kembali terpilih sebagai anggota DPRD Buleleng. “Yang jelas bagaimana mengawal aspirasi masyarakat Buleleng di DPRD Buleleg,” tandasnya.  

Sementara itu Ketut Ngurah Arya menjawab santai perihal dirinya yang menduduki sebagai bendaha DPD DPC PDIP Buleleng. S

“Kebetulan ada voting dari 9 PAC di Buleleng dan 6 suara PAC saya raih dan terpilih sebagai bendahara DPC,” ungkap kader PDIP asal Gerokgak yang terpilih kembali sebagai anggota DPRD Buleleng.

Mengenai jabatan ketua fraksi, ketua komisi dan jabatan lainnya setelah dirinya ditunjuk sebagai bendahara DPC PDIP, Ngurah Arya menyerahkan ke ketua DPC PDIP Buleleng.

Jika semua kader terpilih PDIP sebagai anggota dewan dan mampu menjadi pemimpin pasti akan ditunjuk oleh pimpinan partai.

Kemudian ditunjuk atau siap tidaknya. “Saya rasa semua kader siap. Jika tidak siap maka diberikan kepada yang lainnya. Apalagi sebagai ketua fraksi PDIP harus mampu memimpin

dengan 18 kader PDIP di DPRD Buleleng. Termasuk juga sebagai ketua komisi mampu membawa nama partai dan mengawal aspiransi masyakatar,”  tandasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/