Selasa, 30 Nov 2021
Radar Bali
Home / Politika
icon featured
Politika

Biaya Pilgub Bali 2024 Rp250 Miliar, Pilbup Buleleng 2024 Rp72 Miliar

25 November 2021, 13: 15: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Biaya Pilgub Bali 2024 Rp250 Miliar, Pilbup Buleleng 2024 Rp72 Miliar

Ketua KPU Bali I Dewa Agung Lidartawan (DOK RADAR BALI)

Share this      

SINGARAJA  –  Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali dan Pemilihan Bupati (Pilbup) Buleleng tahun 2024 akan menguras anggaran yang tidak sedikit. Untuk Pilgub Bali, dibutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar. Sedangkan untuk Pilbup Buleleng sekitar Rp72 miliar.

Hal itu disampaikan Ketua KPU Bali I Dewa Agung Lidartawan saat ditemui di Sekretariat KPU Buleleng Rabu (24/11).

Lidartawan menjelaskan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali  meminta Pemkab Buleleng menyiapkan dana cadangan untuk menghadapi Pemilihan Bupati (Pilbup) pada tahun 2024 mendatang. Alasannya, Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) harus ditandatangani pada tahun 2023. Sehingga seluruh anggaran sudah harus tersedia pada tahun 2023.

Baca juga: Golkar Gianyar Bimbang antara Usung Calon Sendiri atau Menumpang PDIP

Lidartawan mengatakan, anggaran Pilkada di tingkat provinsi saat ini sudah klir. Pemprov Bali telah menyiapkan anggaran sebanyak Rp 250 miliar untuk pilkada. Sebanyak Rp 100 miliar disiapkan pada tahun 2022, dan Rp 150 miliar sisanya disiapkan pada tahun 2023. Sehingga saat NPHD ditandatangani pada 2023, seluruh anggaran sudah siap.

“Kami harap Kabupaten Buleleng juga melakukan hal yang serupa. Karena kebutuhan anggarannya cukup besar,” kata Lidartawan

Berdasarkan hitung-hitungan KPU Buleleng, dana yang dibutuhkan untuk Pilkada bisa mencapai Rp 72 miliar. Namun anggaran itu masih bisa susut menjadi Rp 39 miliar saja. Dengan catatan Pemprov Bali menanggung honor lembaga ad hoc.

Menurut Lidartawan, anggaran sebanyak itu harus disiapkan sejak awal. “Karena kalau pemerintah tidak menyiapkan dana cadangan, itu akan sangat membebani anggaran pemerintah. Bisa-bisa program kegiatan di SKPD nggak jalan,” ujarnya.

Sementara itu Sekkab Buleleng Gede Suyasa yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pihaknya sudah sempat bertemu komisioner KPU Buleleng beberapa bulan lalu. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa dana hibah akan dialokasikan dalam 2 tahun anggaran.

“Sesuai pertemuan dengan KPU Buleleng, kita sudah sepakat usulan itu (biaya pilkada, Red) dibahas dalam 2 tahun anggaran. Ini akan kami bahas mulai awal Maret 2022. Karena menyangkut anggaran daerah, tentu pembahasannya akan dilakukan bersama dengan DPRD,” kata Suyasa.

Asal tahu saja, Pilkada Buleleng rencananya akan dilangsungkan pada bulan November 2024 mendatang. Pemilihan bupati Buleleng akan dilakukan bersamaan dengan pemilihan gubernur.

(rb/eps/yor/JPR)




 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia