alexametrics
24.8 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Tantang PDIP, Berikut Daftar Paslon Koalisi Golkar, Nasdem & Demokrat

DENPASAR – Koalisi partai Golkar, partai Nasdem dan Demokrat untuk mengusung kandidat di Pilkada 2020 sudah bulat.

Kemarin, tiga parpol Kembali bertemu untuk membahas kondisi perpolitikan terakhir di Bali dan sejumlah kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Golkar Bali Nyoman Sugawa Kory, Ketua Demokrat Made Mudarta dan Sekretaris Nasdem Bali Nyoman Winata.

Sugawa Korry mengatakan, koalisi tergantung aturan partai masing-masing, tidak ada paksaan dalam koalisi.

Yang menggembirakan, koalisi kemungkinan masih akan menggandengn partai lain. Yang jelas, koalisi tiga partai ini permanen dan berlaku di enam kabupaten/kota.

“Kebijakan partai masing-masing berbeda. Ada yang menyerahkan ke masing-masing kabupaten. Seperti di Jembrana,” bebernya.

Sebagai catatan, ada enam kabupaten/kota yang mengelar Pilkada 2020. Di antaranya Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli dan Karangasem.

Di sejumlah daerah, koalisi Golkar, Nasdem dan Demokrat didukung PPP, PKS, Perindo, Gerinda, dan partai PSI.

Baca Juga:  Calon Sama Kuat, Gerindra Pilih Tunggu Keputusan Partai

Sugawa Korry juga mengumumkan nama calon-calon yang mereka usung. Di Jembrana, Golkar berkoalisi dengan Partai Demokrat dan Partai Gerindra.

Koalisi yang bernama Koalisi Jembrana Maju (KJM) ini mengusung pasangan calon I Nengah Tamba dan Gede Patriana Krisna alias Ipat.

Nah, di Badung ada bakal calon yang hampir final yakni I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan Wayan Muntra.

Di Kabupaten Tabanan yang sangat alot. Ada dua nama bakal calon yakni Anak Agung Ngurah Panji Astika dan I Gusti Kade Heryadi Angligan.

Sedangkan posisi wakil, sedang dilakukan penggodokan terhadap sejumlah pimpinan partai tingkat kabupaten/kota maupun non kader. 

Untuk di Karangasem sudah dipastikan mengusung IGA Mas Sumatri – Made Sukerana (paket Massker).

Di Bangli, mengusung Made Suberata – Ngakan Kuta Parwata. Menurut Sugawa, partai koalisi menggantungkan pada sosok Made Suberata, asal Kintamani, Bangli.

Baca Juga:  Suara Jaya-Wibawa Kalah dari Golput di Pilkada Denpasar 2020

Kata dia, pemilih di Kintamani mencapai 42 persen dari total pemilih di Bangli. “Kalau menang di Kintamani, selesai urusan (pemenangan) di Bangli,” ujar Sugawa Korry.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Nyoman Winata yang saat itu mewakili ketua menyatakan pihaknya sepakat memenangkan Pilkada 2020.

Kata dia, NasDem berprinsip bahwa harapan menang selalu ada. “Ketua DPW Partai Nasdem memerintahkan pengurus serta simpatisan kader di daerah yang mengelar

Pilkada untuk berjuang, memenangkan calon yang direkomendasikan. Kita harus yakin, niatan yang tulus akan mendapat jalan,” beber Winata.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPD Demokrat Provinsi Bali, Made Mudarta. Terkait kemajuan koalisi ini, dia mengingatkan agar setiap partai mengingatkan kadernya untuk mendukung penuh siapapun pasangan calon yang diusung. 

“Setelah ada rekomendasi dari pusat, sebaiknya dilakukan mapping lagi, pemetaan agar perolehan suara presisi (tepat),” ungkapnya. 



DENPASAR – Koalisi partai Golkar, partai Nasdem dan Demokrat untuk mengusung kandidat di Pilkada 2020 sudah bulat.

Kemarin, tiga parpol Kembali bertemu untuk membahas kondisi perpolitikan terakhir di Bali dan sejumlah kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Golkar Bali Nyoman Sugawa Kory, Ketua Demokrat Made Mudarta dan Sekretaris Nasdem Bali Nyoman Winata.

Sugawa Korry mengatakan, koalisi tergantung aturan partai masing-masing, tidak ada paksaan dalam koalisi.

Yang menggembirakan, koalisi kemungkinan masih akan menggandengn partai lain. Yang jelas, koalisi tiga partai ini permanen dan berlaku di enam kabupaten/kota.

“Kebijakan partai masing-masing berbeda. Ada yang menyerahkan ke masing-masing kabupaten. Seperti di Jembrana,” bebernya.

Sebagai catatan, ada enam kabupaten/kota yang mengelar Pilkada 2020. Di antaranya Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli dan Karangasem.

Di sejumlah daerah, koalisi Golkar, Nasdem dan Demokrat didukung PPP, PKS, Perindo, Gerinda, dan partai PSI.

Baca Juga:  Paling Banyak Laporan, Tim Hukum Golkar Bali Kawal Pilkada Jembrana

Sugawa Korry juga mengumumkan nama calon-calon yang mereka usung. Di Jembrana, Golkar berkoalisi dengan Partai Demokrat dan Partai Gerindra.

Koalisi yang bernama Koalisi Jembrana Maju (KJM) ini mengusung pasangan calon I Nengah Tamba dan Gede Patriana Krisna alias Ipat.

Nah, di Badung ada bakal calon yang hampir final yakni I Gusti Ngurah Agung Diatmika dan Wayan Muntra.

Di Kabupaten Tabanan yang sangat alot. Ada dua nama bakal calon yakni Anak Agung Ngurah Panji Astika dan I Gusti Kade Heryadi Angligan.

Sedangkan posisi wakil, sedang dilakukan penggodokan terhadap sejumlah pimpinan partai tingkat kabupaten/kota maupun non kader. 

Untuk di Karangasem sudah dipastikan mengusung IGA Mas Sumatri – Made Sukerana (paket Massker).

Di Bangli, mengusung Made Suberata – Ngakan Kuta Parwata. Menurut Sugawa, partai koalisi menggantungkan pada sosok Made Suberata, asal Kintamani, Bangli.

Baca Juga:  Diprediksi Jadi Calon Menteri, Begini Tanggapan Waketum Hanura GPS

Kata dia, pemilih di Kintamani mencapai 42 persen dari total pemilih di Bangli. “Kalau menang di Kintamani, selesai urusan (pemenangan) di Bangli,” ujar Sugawa Korry.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Nyoman Winata yang saat itu mewakili ketua menyatakan pihaknya sepakat memenangkan Pilkada 2020.

Kata dia, NasDem berprinsip bahwa harapan menang selalu ada. “Ketua DPW Partai Nasdem memerintahkan pengurus serta simpatisan kader di daerah yang mengelar

Pilkada untuk berjuang, memenangkan calon yang direkomendasikan. Kita harus yakin, niatan yang tulus akan mendapat jalan,” beber Winata.

Hal senada juga diungkapkan Ketua DPD Demokrat Provinsi Bali, Made Mudarta. Terkait kemajuan koalisi ini, dia mengingatkan agar setiap partai mengingatkan kadernya untuk mendukung penuh siapapun pasangan calon yang diusung. 

“Setelah ada rekomendasi dari pusat, sebaiknya dilakukan mapping lagi, pemetaan agar perolehan suara presisi (tepat),” ungkapnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/