alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Solid Dukung Tamba, Demokrat Jembrana Klaim Dapat Jatah Calon Bupati

NEGARA – Meski saat ini calon bupati dan calon wakil bupati dari koalisi tujuh partai politik belum final, Partai Demokrat Jembrana sangat percaya diri, jika I Nengah Tamba menjadi calon bupati yang akan mendapat rekomendasi.

Sedangkan untuk posisi calon wakil bupati, akan diserahkan pada partai koalisi. Kandidat kuat yang muncul adalah I Ketut Widastra dari Partai Golkar.

Ketua DPC Partai Demokrat Jembrana I Wayan Wardana mengatakan, berdasar informasi dari pengurus tingkat provinsi masing-masing partai yang berkoalisi, khusus Jembrana akan diberikan pada Partai Demokrat untuk menjadi calon bupati.

“Saya dapat bocoran dari ketua DPD, dari enam daerah yang ada Pilkada di Bali, ketua DPD partai koalisi sudah menyepakati, bahwasanya di Jembrana kita dikasih Jembrana 1,” kata Wayan Wardana, Kamis (26/12) siang.

Baca Juga:  Kepala Rutan Akui Batasi Winasa Karena Anaknya jadi Calon Wakil Bupati

Sedangkan posisi calon wakil bupati akan diserahkan pada partai koalisi, namun karena Partai Golkar memiliki kuris terbanyak dalam partai koalisi sudah legowo di posisi calon wakil bupati.

Dari tiga bakal calon yang mendaftar salah satu kandidat yang kuat adalah I Ketut Widastra.  “Nanti rencananya kesana. Tapi kami serahkan pada Golkar untuk menentukan,” ungkapnya.

Partai Demokrat mengajukan Nengah Tamba sebagai calon bupati sehingga tidak membuka pendaftaran di internal partai dan mendaftar melalui Partai Golkar.

Tujuh partai politik yang sudah berkoalisi diantaranya Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerindra, PPP, Perindo, PKS dan Nasdem.

Wardana juga menegaskan, bahwa Partai Demokrat dalam mendukung calon bupati sudah solid. Hal tersebut juga

Baca Juga:  Di Depan KI Bali, Paslon Diingatkan Keterbukaan Informasi Publik

membantah kabar yang menyebutkan bahwa Partai Demokrat belum solid dalam mendukung Nengah Tamba sebagai calon bupati.

“Itu tidak benar, boleh saja kalau belum ada keputusan dari induk partai boleh saja namanya dinamika partai ada riak kecil. Tapi kalau sudah ada instruksi dari induk partai wajib didukung dan harus solid,” tegasnya.



NEGARA – Meski saat ini calon bupati dan calon wakil bupati dari koalisi tujuh partai politik belum final, Partai Demokrat Jembrana sangat percaya diri, jika I Nengah Tamba menjadi calon bupati yang akan mendapat rekomendasi.

Sedangkan untuk posisi calon wakil bupati, akan diserahkan pada partai koalisi. Kandidat kuat yang muncul adalah I Ketut Widastra dari Partai Golkar.

Ketua DPC Partai Demokrat Jembrana I Wayan Wardana mengatakan, berdasar informasi dari pengurus tingkat provinsi masing-masing partai yang berkoalisi, khusus Jembrana akan diberikan pada Partai Demokrat untuk menjadi calon bupati.

“Saya dapat bocoran dari ketua DPD, dari enam daerah yang ada Pilkada di Bali, ketua DPD partai koalisi sudah menyepakati, bahwasanya di Jembrana kita dikasih Jembrana 1,” kata Wayan Wardana, Kamis (26/12) siang.

Baca Juga:  Gerindra Bali Buka Peluang Bangun Poros Ketiga di Pilkada Jembrana

Sedangkan posisi calon wakil bupati akan diserahkan pada partai koalisi, namun karena Partai Golkar memiliki kuris terbanyak dalam partai koalisi sudah legowo di posisi calon wakil bupati.

Dari tiga bakal calon yang mendaftar salah satu kandidat yang kuat adalah I Ketut Widastra.  “Nanti rencananya kesana. Tapi kami serahkan pada Golkar untuk menentukan,” ungkapnya.

Partai Demokrat mengajukan Nengah Tamba sebagai calon bupati sehingga tidak membuka pendaftaran di internal partai dan mendaftar melalui Partai Golkar.

Tujuh partai politik yang sudah berkoalisi diantaranya Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Gerindra, PPP, Perindo, PKS dan Nasdem.

Wardana juga menegaskan, bahwa Partai Demokrat dalam mendukung calon bupati sudah solid. Hal tersebut juga

Baca Juga:  Serius Maju jadi Cabup Jembrana, Jagat Tanggalkan Pangkat Kompol

membantah kabar yang menyebutkan bahwa Partai Demokrat belum solid dalam mendukung Nengah Tamba sebagai calon bupati.

“Itu tidak benar, boleh saja kalau belum ada keputusan dari induk partai boleh saja namanya dinamika partai ada riak kecil. Tapi kalau sudah ada instruksi dari induk partai wajib didukung dan harus solid,” tegasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/