alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Empat Oknum Kadus di Jembrana Diduga Memihak Salah Satu Paslon

NEGARA– Sebanyak empat oknum perangkat desa dan kelurahan diduga melakukan pelanggaran pemilu.

Berdasarkan penelusuran awal Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jembrana, empat orang kepala dusun (kadus) atau kepala lingkungan (kaling) diduga melakukan praktik politik dengan terlibat kegiatan yang mengarah keberpihakan pada salah satu pasangan calon (paslon).

Adanya dugaan keberpihakan empat oknum kadus di desa/ kelurahan berbeda ini terungkap dari adanya bukti foto maupun video yang diterima Bawaslu Jembrana.

 “(Bukti foto dan video) Sudah kami lakukan penelusuran,” terang Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Mulyawan, Selasa (27/10).

Ditambahkan, penelusuran oleh Bawaslu Jembrana diakui juga melibatkan pengawas kecamatan dan pengawas desa.

Lebih lanjut, Pande menegaskan jika pihaknya memiliki waktu selama tujuh hari untuk melakukan penelusuran peristiwa tersebu.

Baca Juga:  Muncul Isu Pilbup Buleleng Digelar 2022, KPU Tegaskan Ini

“Secepatnya kami telusuri untuk memastikan ada atau tidak adanya unsur pelanggaran yang dilakukan oleh perangkat desa,” terangnya.

Dijelaskannya, kepala dusun atau pelaksana kewilayahan merupakan perangkat desa yang semestinya netral.

Artinya, dilarang berpihak pada salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati. Sesuai dengan pasal 51 huruf b Undang-undang 6 tahun 2014 tentang Desa, perangkat desa dilarang membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, pihak lain, dan atau golongan tertentu.

Selain menelusuri dugaan pelanggaran yang dilakukan perangkat desa, Bawaslu Jembrana juga mengaku sedang menelusuri dugaan adanya politik uang yang dilakukan oleh salah satu calon.

“Penelusuran lima dugaan pelanggaran ini masih kami telusuri, belum bisa dipastikan ada peristiwa pelanggaran pada tahapan Pilkada Jembrana,” terangnya.

Baca Juga:  Winasa Optimistis Anaknya Menang karena Pendukung Setia Tak Berpaling

Dalam melakukan penelusuran dugaan pelanggaran, lanjutnya, pihaknya akan selalu menekankan profesionalitas sehingga tidak ada kesan bahwa Bawaslu memihak atau tidak bersikap adil.

“Jika ada dugaan pelanggaran akan kami telusuri dan kami putuskan seadil-adilnya,” tegasnya.



NEGARA– Sebanyak empat oknum perangkat desa dan kelurahan diduga melakukan pelanggaran pemilu.

Berdasarkan penelusuran awal Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jembrana, empat orang kepala dusun (kadus) atau kepala lingkungan (kaling) diduga melakukan praktik politik dengan terlibat kegiatan yang mengarah keberpihakan pada salah satu pasangan calon (paslon).

Adanya dugaan keberpihakan empat oknum kadus di desa/ kelurahan berbeda ini terungkap dari adanya bukti foto maupun video yang diterima Bawaslu Jembrana.

 “(Bukti foto dan video) Sudah kami lakukan penelusuran,” terang Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Mulyawan, Selasa (27/10).

Ditambahkan, penelusuran oleh Bawaslu Jembrana diakui juga melibatkan pengawas kecamatan dan pengawas desa.

Lebih lanjut, Pande menegaskan jika pihaknya memiliki waktu selama tujuh hari untuk melakukan penelusuran peristiwa tersebu.

Baca Juga:  Bawaslu Temukan Dua Pelanggaran Prokes Kampanye Pilkada Jembrana

“Secepatnya kami telusuri untuk memastikan ada atau tidak adanya unsur pelanggaran yang dilakukan oleh perangkat desa,” terangnya.

Dijelaskannya, kepala dusun atau pelaksana kewilayahan merupakan perangkat desa yang semestinya netral.

Artinya, dilarang berpihak pada salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati. Sesuai dengan pasal 51 huruf b Undang-undang 6 tahun 2014 tentang Desa, perangkat desa dilarang membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, pihak lain, dan atau golongan tertentu.

Selain menelusuri dugaan pelanggaran yang dilakukan perangkat desa, Bawaslu Jembrana juga mengaku sedang menelusuri dugaan adanya politik uang yang dilakukan oleh salah satu calon.

“Penelusuran lima dugaan pelanggaran ini masih kami telusuri, belum bisa dipastikan ada peristiwa pelanggaran pada tahapan Pilkada Jembrana,” terangnya.

Baca Juga:  Sekjen Perindo: Saya Harap Tidak Ada Pemalsuan, Kalau Iya Pasti PAW

Dalam melakukan penelusuran dugaan pelanggaran, lanjutnya, pihaknya akan selalu menekankan profesionalitas sehingga tidak ada kesan bahwa Bawaslu memihak atau tidak bersikap adil.

“Jika ada dugaan pelanggaran akan kami telusuri dan kami putuskan seadil-adilnya,” tegasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/