alexametrics
23.7 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Pastikan Tak Terpapar Covid, Komisioner dan Staf KPU Jalani Tes Swab

NEGARA – Seluruh komisioner dan staf KPU Jembrana menjalani pengambilan swab, Senin (26/10) kemarin.

Uji swab tersebut untuk memastikan penyelenggara tidak terpapar virus dalam menjalankan tahapan Pilkada Jembrana.

Selain swab, jajaran penyelenggara tingkat kecamatan hingga kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) akan dilakukan rapid test jelang pemungutan suara 9 Desember nanti.

Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengatakan, pengambilan swab untuk komisioner dan staf KPU Jembrana sebanyak 37 orang.

Pengambilan swab untuk diuji dengan PCR tersebut untuk memastikan penyelenggara yang melaksanakan pilkada sehat, tidak terpapar virus saat menjalankan tahapan Pilkada.

“Swab untuk komisioner ini akan dilakukan berkala. Sebelum pemungutan suara nanti akan swab lagi dua kali. Jadi, total tiga kali swab,” ujarnya.

Baca Juga:  Wayan Muntra: Stop Disuapi, Rakyat Badung Harus Berdikari

Menurutnya, uji swab dilakukan sebulan sebelum pemungutan suara untuk memastikan dalam melaksanakan tahapan sehat.

“Kami berharap hasil swab komisioner dan staf negatif, sehingga tahapan Pilkada tidak terganggu karena harus ada yang isolasi,” ungkapnya

seraya menyampaikan bahwa hasil uji swab komisioner dan staf KPU Jembrana akan diterima paling cepat hari ini.

Selain jajaran komisioner dan staf KPU Jembrana, penyelenggara tingkat kecamatan, desa dan KPPS juga akan dilakukan rapid test akhir bulan November mendatang.

Rapid test tersebut untuk memastikan pada saat pemungutan suara 9 Desember nanti seluruh penyelenggara tidak terpapar virus. “Apabila ada KPPS yang reaktif akan diganti dengan orang lain,” terangnya. 



NEGARA – Seluruh komisioner dan staf KPU Jembrana menjalani pengambilan swab, Senin (26/10) kemarin.

Uji swab tersebut untuk memastikan penyelenggara tidak terpapar virus dalam menjalankan tahapan Pilkada Jembrana.

Selain swab, jajaran penyelenggara tingkat kecamatan hingga kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) akan dilakukan rapid test jelang pemungutan suara 9 Desember nanti.

Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengatakan, pengambilan swab untuk komisioner dan staf KPU Jembrana sebanyak 37 orang.

Pengambilan swab untuk diuji dengan PCR tersebut untuk memastikan penyelenggara yang melaksanakan pilkada sehat, tidak terpapar virus saat menjalankan tahapan Pilkada.

“Swab untuk komisioner ini akan dilakukan berkala. Sebelum pemungutan suara nanti akan swab lagi dua kali. Jadi, total tiga kali swab,” ujarnya.

Baca Juga:  Lepas Konflik, Pimpinan Golkar Bali Sepakat Lakukan Upaya Rekonsiliasi

Menurutnya, uji swab dilakukan sebulan sebelum pemungutan suara untuk memastikan dalam melaksanakan tahapan sehat.

“Kami berharap hasil swab komisioner dan staf negatif, sehingga tahapan Pilkada tidak terganggu karena harus ada yang isolasi,” ungkapnya

seraya menyampaikan bahwa hasil uji swab komisioner dan staf KPU Jembrana akan diterima paling cepat hari ini.

Selain jajaran komisioner dan staf KPU Jembrana, penyelenggara tingkat kecamatan, desa dan KPPS juga akan dilakukan rapid test akhir bulan November mendatang.

Rapid test tersebut untuk memastikan pada saat pemungutan suara 9 Desember nanti seluruh penyelenggara tidak terpapar virus. “Apabila ada KPPS yang reaktif akan diganti dengan orang lain,” terangnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/