27.6 C
Denpasar
Saturday, February 4, 2023

Setelah Jokowi Bertemu Relawan Gerakan Nusantara Bersatu

Partai Demokrat Sindir Jokowi: Memang Ini Musim Kampanye?

KEHADIRAN Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan relawan Gerakan Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu kemarin (25/11) mendapat kritikan dari DPP Partai Demokrat.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra, mengkritik langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai melakukan kampanye di hadapan relawan Gerakan Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu kemarin (25/11). Bahkan, dalam kesempatan itu Jokowi menyebut seorang pemimpin yang memikirkan rakyatnya akan terlihat dari rambutnya yang berwarna putih.

Menurut Herzaky, pemimpin yang memikirkan rakyat dilihat dari jejak rekamnya, gagasannya, idenya, karyanya, untuk bangsa dan negara. Serta punya visi besar untuk negara ini, dan mau duduk bareng dengan rakyat dan mendengarkan keluhannya.

Baca Juga:  Demer Kritisi Proyek PKB Senilai Rp 2,5 Triliun, DPRD Bali Bela Koster

“Bukan dari penampilan fisik ataupun jadi artis di medsos. Pencitraan joget sana sini seakan-akan dekat dengan rakyat. Tapi, saat rakyatnya ditindas, diintimidasi, ditekan, malah diam seribu bahasa,” kata Herzaky dalam keterangannya, Minggu (26/11).

“Bukan sibuk rekaman bagi bantuan ataupun foto-foto sendiri di lokasi bencana, tapi tak pernah mau dialog ataupun dengarkan keluhan rakyat yang sedang susah atau tertimpa bencana,” sambungnya.

Oleh karena itu, Herzaky menyarankan agar Jokowi fokus bekerja perbaiki kondisi negeri dan bangsa pada sisa waktu dua tahun. Terlebih, rakyat banyak yang kesulitan ekonominya.

“Makan sehari-hari pun berat. Masih banyak yang menganggur dan tak bekerja sejak pandemi. Bahkan, PHK semakin merebak dimana-mana, daya beli rakyat tak kunjung meningkat. Ancaman stagflasi pun di depan mata,” papar Herzaky.

Baca Juga:  Beh! Pakde Karwo Meloncat ke Partai Golkar

Herzaky pun mengingatkan Jokowi tidak perlu sibuk memberikan kode sana-sini untuk urusan capres 2024. Apalagi mengumpulkan relawan. “Memangnya ini musim kampanye? Lebih baik uang buat mobilisasi relawan kemarin, dipakai buat bantu korban bencana Cianjur. Bakal jauh lebih bermanfaat dan bermartabat,” cetus Herzaky. (jpg)

 



KEHADIRAN Presiden Joko Widodo (Jokowi) di hadapan relawan Gerakan Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu kemarin (25/11) mendapat kritikan dari DPP Partai Demokrat.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra, mengkritik langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai melakukan kampanye di hadapan relawan Gerakan Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu kemarin (25/11). Bahkan, dalam kesempatan itu Jokowi menyebut seorang pemimpin yang memikirkan rakyatnya akan terlihat dari rambutnya yang berwarna putih.

Menurut Herzaky, pemimpin yang memikirkan rakyat dilihat dari jejak rekamnya, gagasannya, idenya, karyanya, untuk bangsa dan negara. Serta punya visi besar untuk negara ini, dan mau duduk bareng dengan rakyat dan mendengarkan keluhannya.

Baca Juga:  Sudirta "Bakar" Semangat Kader Banteng untuk Menangkan Dana-Dipa

“Bukan dari penampilan fisik ataupun jadi artis di medsos. Pencitraan joget sana sini seakan-akan dekat dengan rakyat. Tapi, saat rakyatnya ditindas, diintimidasi, ditekan, malah diam seribu bahasa,” kata Herzaky dalam keterangannya, Minggu (26/11).

“Bukan sibuk rekaman bagi bantuan ataupun foto-foto sendiri di lokasi bencana, tapi tak pernah mau dialog ataupun dengarkan keluhan rakyat yang sedang susah atau tertimpa bencana,” sambungnya.

Oleh karena itu, Herzaky menyarankan agar Jokowi fokus bekerja perbaiki kondisi negeri dan bangsa pada sisa waktu dua tahun. Terlebih, rakyat banyak yang kesulitan ekonominya.

“Makan sehari-hari pun berat. Masih banyak yang menganggur dan tak bekerja sejak pandemi. Bahkan, PHK semakin merebak dimana-mana, daya beli rakyat tak kunjung meningkat. Ancaman stagflasi pun di depan mata,” papar Herzaky.

Baca Juga:  Pastikan Penyelenggara Sehat, KPU Badung Lakukan Test Swab

Herzaky pun mengingatkan Jokowi tidak perlu sibuk memberikan kode sana-sini untuk urusan capres 2024. Apalagi mengumpulkan relawan. “Memangnya ini musim kampanye? Lebih baik uang buat mobilisasi relawan kemarin, dipakai buat bantu korban bencana Cianjur. Bakal jauh lebih bermanfaat dan bermartabat,” cetus Herzaky. (jpg)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru