alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Gerindra Legawa Prabowo Kalah, Subanda: Stop Tuduhan Berdasar Asumsi

DENPASAR – Drama panjang pemilihan presiden akhirnya berakhir di sidang MK dua hari lalu. Kubu pasangan 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno akhirnya menerima keputusan majelis hakim MK meski mengecewakan bagi mereka. 

Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Gerindra Bali Ray Misno mengaku bahwa hasil sidang Mahkamah Konstitusi adalah keputusan final.

“Kalau saya  tunduk aturan dan hukum,  hasil MK itu sudah mengikat. Itu proses mencari keadilan tertinggi. Sama dengan MA kan sudah final dan mengikat. Tidak ada di atas itu lagi,” ungkap Ray Misno.

Baginya, kalau tidak ada alat bukti lagi yang bisa menunjang, sehingga harus diterima. “Apapun hasilnya, kami legawa,” bebernya.

Baca Juga:  Raihan Suara AWK Jauh Ungguli Mantan Gubernur Pastika

Sementara itu, pengamat politik, Nyoman Subanda menyetujui dengan putusan hakim MK. Perkara dan sengketa bukan soal asumsi, dugaan atau opini.

Tapi, soal pembuktian. Dalam melihat saksi-saksi yang dihadirkan dan bukti yang ditunjukkan tidak cukup kuat.

“Saya setuju dengan hakim MK, perkara dan sengketa di MK itu bukan soal asumsi, opini dan dugaan, tapi soal pembuktian.

Melihat saksi 02 yang dihadirkan dan bukti-bukti yang ditunjukkan tidak cukup kuat untuk membuktikan 01 melakukan kecurangan yang terencana, struktur dan masif,” ungkapnya.

Di lain sisi, KPU juga tidak terbukti melakukan kecurangan dan keberpihakan. Jadi, menurutnya,  pasangan calon 01 menang karena pilihan rakyat bukan karena  dimenangkan KPU atau MK

Baca Juga:  Plt Demer Tolak Musdalub Golkar, Fokus Konsolidasi Pemenangan Pemilu

Subanda menuturkan yang dapat diambil dari proses demokrasi yang sudah berjalan ini adalah  ketika ingin  menuduh atau  mengatakan lawan politik curang, harus berdasar bukti hukum bukan dugaan.

Selain itu, dalam  kompetisi helatan politik  harus siap dengan  risiko kekalahan dan siap menerima hasil yang terjelek.

“Kita salut pasangan 02 karena  sudah menempuh jalur konstitusional. Ini harus menjadi contoh teladan bagi politisi-poltisi kita,” tukasnya.

Terakhir, patut diapresiasi untuk polisi dan TNI atas netralitasnya, profesional dan proaktif dalam mengantisipasi demo dan teror.



DENPASAR – Drama panjang pemilihan presiden akhirnya berakhir di sidang MK dua hari lalu. Kubu pasangan 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno akhirnya menerima keputusan majelis hakim MK meski mengecewakan bagi mereka. 

Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Gerindra Bali Ray Misno mengaku bahwa hasil sidang Mahkamah Konstitusi adalah keputusan final.

“Kalau saya  tunduk aturan dan hukum,  hasil MK itu sudah mengikat. Itu proses mencari keadilan tertinggi. Sama dengan MA kan sudah final dan mengikat. Tidak ada di atas itu lagi,” ungkap Ray Misno.

Baginya, kalau tidak ada alat bukti lagi yang bisa menunjang, sehingga harus diterima. “Apapun hasilnya, kami legawa,” bebernya.

Baca Juga:  Ditahan di Polda Bali, Ketua Kadin Caleg Gerindra Tidak Ikut Coblos

Sementara itu, pengamat politik, Nyoman Subanda menyetujui dengan putusan hakim MK. Perkara dan sengketa bukan soal asumsi, dugaan atau opini.

Tapi, soal pembuktian. Dalam melihat saksi-saksi yang dihadirkan dan bukti yang ditunjukkan tidak cukup kuat.

“Saya setuju dengan hakim MK, perkara dan sengketa di MK itu bukan soal asumsi, opini dan dugaan, tapi soal pembuktian.

Melihat saksi 02 yang dihadirkan dan bukti-bukti yang ditunjukkan tidak cukup kuat untuk membuktikan 01 melakukan kecurangan yang terencana, struktur dan masif,” ungkapnya.

Di lain sisi, KPU juga tidak terbukti melakukan kecurangan dan keberpihakan. Jadi, menurutnya,  pasangan calon 01 menang karena pilihan rakyat bukan karena  dimenangkan KPU atau MK

Baca Juga:  Golkar Bali Siapkan 70 Tim Hukum dan Auditor Selamatkan LPD

Subanda menuturkan yang dapat diambil dari proses demokrasi yang sudah berjalan ini adalah  ketika ingin  menuduh atau  mengatakan lawan politik curang, harus berdasar bukti hukum bukan dugaan.

Selain itu, dalam  kompetisi helatan politik  harus siap dengan  risiko kekalahan dan siap menerima hasil yang terjelek.

“Kita salut pasangan 02 karena  sudah menempuh jalur konstitusional. Ini harus menjadi contoh teladan bagi politisi-poltisi kita,” tukasnya.

Terakhir, patut diapresiasi untuk polisi dan TNI atas netralitasnya, profesional dan proaktif dalam mengantisipasi demo dan teror.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/