alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

AA Gde Agung Ajak Alumni Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

ABIANSEMAL, Radar Bali– Bersinergi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), anggota DPD RI dapil Bali, Anak Agung Gde Agung kembali bergerak menemui perwakilan keluarga pejuang isolasi mandiri (isoman). Mengacu data Polres Badung, di hari kedua, Penglingsir Puri Ageng Mengwi tersebut menyerahkan 144 paket sembako di Kecamatan Abiansemal dan Petang. Simbolisasi dukungan moral bagi para isoman dari mantan Bupati Badung dua periode itu diserahkan di Wantilan Pura Dalem Abiansemal, Kamis (29/7) pagi. Sehari sebelumnya, 334 paket sembako diserahkan kepada perwakilan keluarga isoman di Pura Taman Ayun, Mengwi.  

“Mengacu data dari Kapolres Badung (AKBP Roby Septiadi, red), para pejuang isoman ini tersebar di Kecamatan Mengwi sebanyak 261 orang, Kuta Utara 73 orang, Abiansemal 139 orang, dan Petang 5 orang. Jadi total sebanyak 478 paket sembako. Niki medasar antuk rasa tresna sih titiang kasarengin aparat ring ajeng Ida Dane sareng sami ritatkala mangkin Ida Dane wenten kabrebehan sekadi asapuniki. (Ini dilandasi rasa tulus ikhlas saya dan aparat yang kini ada di hadapan Anda merespons wabah saat ini). Istilah dalam bahasa Indonesia, rasa peduli.,” ucap AA Gde Agung dalam bahasa Bali halus. Karena disalurkan oleh Bhabinkamtibmas yang merupakan representasi Polri di tingkat akar rumput, tokoh kharismatik kelahiran 25 Mei 1949 itu yakin tali asih tersebut 100 persen akan tepat sasaran. 

Baca Juga:  AA Gde Agung Suntik Semangat 21 Pesilat Bali ke PON XX Papua

“Yen pet wenten kirang, ampurayang pisan. Niki wantah cihna sih kemanten. (Kalau ada yang kurang, saya minta maaf. Ini hanya sekadar tali asih),” tegasnya sembari menyebut diri sebagai alumni Covid-19. AA Gde Agung berkisah dia terinfeksi virus korona sekitar bulan Desember 2020. Selama 3 minggu dirinya harus berjuang melawan virus yang bersarang dalam tubuhnya. “Minggu pertama dites masih positif, minggu kedua masih positif, di minggu ketiga setelah saya dapat resep minum arak campur kopi dan telur akhirnya sembuh. Apakah memang itu yang membuat saya sembuh atau karena memang sudah waktunya sembuh, saya tidak tahu,” kisahnya disambut tawa perwakilan pasien isoman. Jika terinfeksi Covid-19, AA Gde Agung juga berpesan agar si pasien berusaha sekuat mungkin tetap mengonsumsi makanan; jangan sampai perut kosong. Termasuk waspada dengan penularan varian baru Covid-19 yang disebut lebih cepat. 

Mendukung strategi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota se-Bali, pria yang tetap energik di usia 72 tahun itu menyebut isolasi terpusat merupakan langkah tepat memotong kluster keluarga. “Yang terinfeksi Covid-19, khususnya yang tanpa gejala, wajib melakukan isolasi terpusat untuk menghindari terjadinya penularan di lingkungan keluarga,” pintanya. AA Gde Agung juga memberikan edukasi tentang pentingnya disiplin 5 M, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. 

Patut dicatat, sebagai alumni Covid-19, AA Gde Agung juga mengajak para penyintas yang hingga Kamis (29/7) berjumlah 60.039 orang untuk melakukan misi kemanusiaan dengan cara mendonorkan plasma konvalesen. “Tentunya tidak boleh komorbit atau memiliki penyakit penyerta. Usia pendonor pun harus memenuhi persyaratan. Tapi, plasma konvalesen ini sangat membantu pasien Covid-19. Oleh karena itu, saya mengajak rekan-rekan, saudara-saudara kita yang penyintas ini, alumni Covid-19 ini, supaya bersedia menyumbangkan darahnya demi misi kemanusiaan,” ajak AA Gde Agung. 

Baca Juga:  Serap Aspirasi, AA Gde Agung Temui Kakanwil Kementerian Agama Bali

Di sisi lain, Wakapolres Badung Kompol Ni Putu Utariani menegaskan mulai Kamis (29/7) seluruh pasien Covid-19 akan diarahkan untuk menjalani isolasi terpusat. “Kami berharap pandemi ini cepat berakhir sehingga aktivitas masyarakat bisa pulih semua dan ekonomi kita bangkit kembali. Khusus kepada Bapak DPD RI AA Gde Agung semoga sinergi ini selalu berlanjut dan bermanfaat bagi masyarakat,” tandas perwira satu melati di pundak itu.  

Sementara itu, Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa menyebut tali asih yang disalurkan AA Gde Agung bekerja sama dengan Polres Badung kepada para isoman sangat tepat dan hadir di waktu yang tepat. “Ke depan semoga Beliau tetap bisa mengunjungi beberapa desa kami yang total berjumlah 18 desa dan 125 banjar (di Abiansemal, red). Artinya, Beliau menunjukkan kepedulian kepada masyarakat khususnya di Abiansemal. Terima kasih,” ucapnya. 

- Advertisement -

ABIANSEMAL, Radar Bali– Bersinergi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), anggota DPD RI dapil Bali, Anak Agung Gde Agung kembali bergerak menemui perwakilan keluarga pejuang isolasi mandiri (isoman). Mengacu data Polres Badung, di hari kedua, Penglingsir Puri Ageng Mengwi tersebut menyerahkan 144 paket sembako di Kecamatan Abiansemal dan Petang. Simbolisasi dukungan moral bagi para isoman dari mantan Bupati Badung dua periode itu diserahkan di Wantilan Pura Dalem Abiansemal, Kamis (29/7) pagi. Sehari sebelumnya, 334 paket sembako diserahkan kepada perwakilan keluarga isoman di Pura Taman Ayun, Mengwi.  

“Mengacu data dari Kapolres Badung (AKBP Roby Septiadi, red), para pejuang isoman ini tersebar di Kecamatan Mengwi sebanyak 261 orang, Kuta Utara 73 orang, Abiansemal 139 orang, dan Petang 5 orang. Jadi total sebanyak 478 paket sembako. Niki medasar antuk rasa tresna sih titiang kasarengin aparat ring ajeng Ida Dane sareng sami ritatkala mangkin Ida Dane wenten kabrebehan sekadi asapuniki. (Ini dilandasi rasa tulus ikhlas saya dan aparat yang kini ada di hadapan Anda merespons wabah saat ini). Istilah dalam bahasa Indonesia, rasa peduli.,” ucap AA Gde Agung dalam bahasa Bali halus. Karena disalurkan oleh Bhabinkamtibmas yang merupakan representasi Polri di tingkat akar rumput, tokoh kharismatik kelahiran 25 Mei 1949 itu yakin tali asih tersebut 100 persen akan tepat sasaran. 

Baca Juga:  Selisih 32 Suara, Suara Tak Sah 581, Calon Perbekel Menggugat

“Yen pet wenten kirang, ampurayang pisan. Niki wantah cihna sih kemanten. (Kalau ada yang kurang, saya minta maaf. Ini hanya sekadar tali asih),” tegasnya sembari menyebut diri sebagai alumni Covid-19. AA Gde Agung berkisah dia terinfeksi virus korona sekitar bulan Desember 2020. Selama 3 minggu dirinya harus berjuang melawan virus yang bersarang dalam tubuhnya. “Minggu pertama dites masih positif, minggu kedua masih positif, di minggu ketiga setelah saya dapat resep minum arak campur kopi dan telur akhirnya sembuh. Apakah memang itu yang membuat saya sembuh atau karena memang sudah waktunya sembuh, saya tidak tahu,” kisahnya disambut tawa perwakilan pasien isoman. Jika terinfeksi Covid-19, AA Gde Agung juga berpesan agar si pasien berusaha sekuat mungkin tetap mengonsumsi makanan; jangan sampai perut kosong. Termasuk waspada dengan penularan varian baru Covid-19 yang disebut lebih cepat. 

Mendukung strategi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota se-Bali, pria yang tetap energik di usia 72 tahun itu menyebut isolasi terpusat merupakan langkah tepat memotong kluster keluarga. “Yang terinfeksi Covid-19, khususnya yang tanpa gejala, wajib melakukan isolasi terpusat untuk menghindari terjadinya penularan di lingkungan keluarga,” pintanya. AA Gde Agung juga memberikan edukasi tentang pentingnya disiplin 5 M, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. 

Patut dicatat, sebagai alumni Covid-19, AA Gde Agung juga mengajak para penyintas yang hingga Kamis (29/7) berjumlah 60.039 orang untuk melakukan misi kemanusiaan dengan cara mendonorkan plasma konvalesen. “Tentunya tidak boleh komorbit atau memiliki penyakit penyerta. Usia pendonor pun harus memenuhi persyaratan. Tapi, plasma konvalesen ini sangat membantu pasien Covid-19. Oleh karena itu, saya mengajak rekan-rekan, saudara-saudara kita yang penyintas ini, alumni Covid-19 ini, supaya bersedia menyumbangkan darahnya demi misi kemanusiaan,” ajak AA Gde Agung. 

Baca Juga:  Dilantik dengan Gaji Rp 30 Juta, Dewan Jembrana Ramai-ramai Utang Bank

Di sisi lain, Wakapolres Badung Kompol Ni Putu Utariani menegaskan mulai Kamis (29/7) seluruh pasien Covid-19 akan diarahkan untuk menjalani isolasi terpusat. “Kami berharap pandemi ini cepat berakhir sehingga aktivitas masyarakat bisa pulih semua dan ekonomi kita bangkit kembali. Khusus kepada Bapak DPD RI AA Gde Agung semoga sinergi ini selalu berlanjut dan bermanfaat bagi masyarakat,” tandas perwira satu melati di pundak itu.  

Sementara itu, Camat Abiansemal, Ida Bagus Putu Mas Arimbawa menyebut tali asih yang disalurkan AA Gde Agung bekerja sama dengan Polres Badung kepada para isoman sangat tepat dan hadir di waktu yang tepat. “Ke depan semoga Beliau tetap bisa mengunjungi beberapa desa kami yang total berjumlah 18 desa dan 125 banjar (di Abiansemal, red). Artinya, Beliau menunjukkan kepedulian kepada masyarakat khususnya di Abiansemal. Terima kasih,” ucapnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/