alexametrics
30.4 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Empat Desa di Buleleng Masuk Zona Rawan

SINGARAJA– Ajang pemilihan perbekel serentak yang dilaksanakan pada Minggu (31/10) mendatang, ternyata menghangatkan suhu politik di tingkat desa. Aparat kepolisian mengidentifikasi, setidaknya ada empat desa yang dianggap rawan dalam pilkel serentak.

 

Pemetaan desa rawan itu muncul setelah polisi melakukan pemetaan selama beberapa bulan terakhir. Polisi memperhitungkan sejumlah indikator. Mulai dari desas-desus yang berkembang di masyarakat desa setempat, situasi di media sosial, pelaksanaan kampanye, pengaduan masyarakat, hingga laporan kepolisian.

 

Kamis siang kemarin (28/10), para panitia dan calon perbekel dari empat desa, akhirnya dikumpulkan di Kantor Camat Seririt. Keempat desa itu adalah Desa Selat di Kecamatan Sukasada, Desa Pengastulan di Kecamatan Seririt, serta Desa Kayuputih dan Desa Cempaga di Kecamatan Banjar. Para panitia dan calon diberi pengarahan oleh Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Baca Juga:  Merasa Dicueki, Lempar Tulang, Pedagang Daging Babi di Penjara

 

Kapolres Andrian mengatakan, menjelang pemilihan perbekel, tensi politik di desa kembali meningkat. Sejumlah kasus lama diungkit kembali. Contohnya, laporan polisi yang sempat disampaikan beberapa bulan silam, kembali diungkit pada masa kampanye. Tak pelak hal itu memicu potensi gesekan antara pendukung pasangan calon.

- Advertisement -

 

“Ada juga pengaduan lewat WA. Katanya ada pembagian sembako oleh calon. Setelah kami cek, itu memang tahapan kampanye. Selama dianggap tidak menyalahi aturan, ya silahkan. Hari ini kami kumpulkan para pasangan calon dan panitia, sebagai langkah pencegahan. Kami juga melakukan pendekatan pada para tokoh,” kata Andrian.

 

Andrian menyatakan saat pelaksanaan pilkel nanti, pihaknya telah meminta bantuan satu peleton pasukan brimob. Pasukan itu akan siaga di tiga lokasi. Masing-masing di Polsek Kubutambahan, Polsek Kota Singaraja, dan Polsek Seririt. Sehingga memudahkan proses mobilisasi saat terjadi peningkatan eskalasi. “Semua desa pengamanannya sama,” tegasnya.

Baca Juga:  Duh, Banyak Alat Peraga Calon Kepala Daerah di Jembrana yang Melanggar

 

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, pengarahan pada panitia dan calon perbekel hanya bentuk antisipasi. “Kami hanya antisipasi. Buleleng selama ini sudah tenang dan baik. Kami sampaikan pesan, agar menjaga situasi yang sudah baik ini, jangan sampai ada masalah,” tukas Agus.

 

Di sisi lain, aparat kepolisian melakukan apel gelar pasukan di Taman Kota Singaraja. Polisi akan menerjunkan 424 orang personel untuk mengamankan pilkel serentak. Jumlah personel yang diturunkan cukup besar. Mengingat pilkel akan dilaksanakan di 40 desa yang ada di Buleleng. 

- Advertisement -

SINGARAJA– Ajang pemilihan perbekel serentak yang dilaksanakan pada Minggu (31/10) mendatang, ternyata menghangatkan suhu politik di tingkat desa. Aparat kepolisian mengidentifikasi, setidaknya ada empat desa yang dianggap rawan dalam pilkel serentak.

 

Pemetaan desa rawan itu muncul setelah polisi melakukan pemetaan selama beberapa bulan terakhir. Polisi memperhitungkan sejumlah indikator. Mulai dari desas-desus yang berkembang di masyarakat desa setempat, situasi di media sosial, pelaksanaan kampanye, pengaduan masyarakat, hingga laporan kepolisian.

 

Kamis siang kemarin (28/10), para panitia dan calon perbekel dari empat desa, akhirnya dikumpulkan di Kantor Camat Seririt. Keempat desa itu adalah Desa Selat di Kecamatan Sukasada, Desa Pengastulan di Kecamatan Seririt, serta Desa Kayuputih dan Desa Cempaga di Kecamatan Banjar. Para panitia dan calon diberi pengarahan oleh Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

Baca Juga:  Buntut Pasang Baliho Bandara, Dosen FE Unud Diperiksa Polres Buleleng

 

Kapolres Andrian mengatakan, menjelang pemilihan perbekel, tensi politik di desa kembali meningkat. Sejumlah kasus lama diungkit kembali. Contohnya, laporan polisi yang sempat disampaikan beberapa bulan silam, kembali diungkit pada masa kampanye. Tak pelak hal itu memicu potensi gesekan antara pendukung pasangan calon.

 

“Ada juga pengaduan lewat WA. Katanya ada pembagian sembako oleh calon. Setelah kami cek, itu memang tahapan kampanye. Selama dianggap tidak menyalahi aturan, ya silahkan. Hari ini kami kumpulkan para pasangan calon dan panitia, sebagai langkah pencegahan. Kami juga melakukan pendekatan pada para tokoh,” kata Andrian.

 

Andrian menyatakan saat pelaksanaan pilkel nanti, pihaknya telah meminta bantuan satu peleton pasukan brimob. Pasukan itu akan siaga di tiga lokasi. Masing-masing di Polsek Kubutambahan, Polsek Kota Singaraja, dan Polsek Seririt. Sehingga memudahkan proses mobilisasi saat terjadi peningkatan eskalasi. “Semua desa pengamanannya sama,” tegasnya.

Baca Juga:  Alokasikan BLT Rp 40,8 M, Widiada: Jangan untuk Simpatisan Parpol Saja

 

Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, pengarahan pada panitia dan calon perbekel hanya bentuk antisipasi. “Kami hanya antisipasi. Buleleng selama ini sudah tenang dan baik. Kami sampaikan pesan, agar menjaga situasi yang sudah baik ini, jangan sampai ada masalah,” tukas Agus.

 

Di sisi lain, aparat kepolisian melakukan apel gelar pasukan di Taman Kota Singaraja. Polisi akan menerjunkan 424 orang personel untuk mengamankan pilkel serentak. Jumlah personel yang diturunkan cukup besar. Mengingat pilkel akan dilaksanakan di 40 desa yang ada di Buleleng. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/