Rabu, 26 Jan 2022
Radar Bali
Home / Politika
icon featured
Politika

Sugawa Korry: Kualitas Demokrasi Pengaruhi Kesejahteraan Masyarakat

29 November 2021, 12: 45: 59 WIB | editor : Yoyo Raharyo

Sugawa Korry: Kualitas Demokrasi Pengaruhi Kesejahteraan Masyarakat

BERMARTABAT: Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Dr. Nyoman Sugawa Korry S.E.,M.M.,Ak.,CA. dan jajaran bersama Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi.  (IST)

Share this      

DENPASAR, Radar Bali - Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) adalah alat ukur kuantitatif yang digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana perkembangan dan penerapan demokrasi di suatu provinsi. Secara akademis, IDI cerminan tingkat perkembangan demokrasi di setiap provinsi di Indonesia.

Bagi pembangunan politik pada tingkat provinsi, data IDI mampu menunjukkan aspek atau variabel atau indikator yang tidak atau berkembang di suatu provinsi sehingga dapat diketahui hal-hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan perkembangan demokrasi di provinsi bersangkutan.

DPD 1 Partai Golkar Provinsi Bali menggelar webinar dengan tema “Meningkatkan Indeks Demokrasi di Bali” di Sekretariat Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Bali, pada Minggu (28/11). Webinar menghadirkan sejumlah narasumber yakni Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Dr. Nyoman Sugawa Korry S.E.,M.M.,Ak.,CA. Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi. 

Baca juga: AA Gde Agung Boyong Komite III DPD RI ke Bali

Sugawa Korry bahwa narasumber dan pendapat yang disampaikan peserta  offlline maupun online sependapat mewujudkan demokrasi yang sehat, berkualitas, dan bermartabat, merupakan hal yang harus diwujudkan bersama, termasuk di Bali ini. Salah satu alat ukurnya adalah IDI itu sendiri. Demokrasi yang diharapkan bisa ditingkatkan kualitasnya meliputi demokrasi dalam aspek prosedural dan substansial. Aspek prosedur melalui mekanisme penyelenggaraan, dan substansial meliputi bagaimana demokrasi bisa mewujudkan tujuan negara dalam rangka mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kedua hal tersebut bisa terwujud, apabila terjadi keseimbangan kekuatan sosial politik, yang mampu melahirkan check and balance yang sehat. Mayoritas tunggal sudah tidak jamannya lagi, jaman orde baru kita sudah kita bersama mengoreksi mayoritas tunggal tersebut, saat ini dan di masa depan, mayoritas tunggal harus berani kita koreksi dan sempurnakan," ujarnya.

Sehingga ke depan yang mengemuka adalah adu ide dan gagasan dan berpacu melahirkan sumber daya manusia berkualitas sebagai alternatif pilihan masyarakat pemilih. (arb)

(rb/feb/ken/yor/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia