DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Persoalan sampah di pasar tradisional kembali menjadi sorotan serius. Anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi Gerindra, I Gede Tommy Sumertha, menilai pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat sudah saatnya berbenah dengan menerapkan sistem pengolahan sampah berbasis sumber.
Menurut Tommy, pasar-pasar besar seperti Pasar Badung, Pasar Kreneng, Pasar Sanglah, hingga Pasar Nyanggelan memiliki volume sampah yang sangat besar akibat aktivitas perdagangan harian yang padat.
Oleh karena itu, ia mendesak pengelola pasar untuk menyiapkan infrastruktur pengolahan mandiri seperti teba modern, tong komposter, mesin pencacah, hingga incinerator skala kecil.
“Pasar merupakan rumah besar bagi pedagang tradisional. Karena itu, pengelola pasar perlu mulai menyiapkan sistem pengolahan sampah dari sumbernya agar lingkungan pasar tetap bersih dan nyaman,” ujar Tommy di Denpasar.
Selain sampah padat, Tommy juga mengingatkan pentingnya pengelolaan limbah cair, terutama dari pedagang makanan dan minuman.
Ia menyarankan pengelola menyediakan fasilitas seperti bak penampungan, grease trap, dan sistem resapan agar limbah tidak mencemari lingkungan sekitar.
“Dengan adanya sistem pengolahan limbah cair yang baik, suasana pasar bisa lebih bersih, tidak kumuh, dan tetap higienis bagi pedagang maupun pengunjung,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gerakan pengolahan sampah berbasis sumber ini harus meluas ke fasilitas umum lainnya di Denpasar, mulai dari sekolah, rumah sakit, hingga lingkungan rumah tangga.
Tommy berharap kolaborasi semua pihak dapat tercipta demi mewujudkan lingkungan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Editor : Rosihan Anwar