Air suci itu dipercikan ke bendesa Nasdem dan juga bendera merah- putih. Perjalanan suci ini memohon anugerah dan kesuksesan menghadapi pertarungan politik 2024 yang amat sengit. Sebab, Nasdem Bali mengalami gejolak dan "tsunami", banyak kader dan bacaleg mengundurkan diri. Selain itu, juga ada pengaruhnya karena mengusung Anies Baswedan menjadi Presiden RI.
"Bersembahyang 26 pura dan juga mencari air suci di pura itu untuk disatukan. Kami berharap yang dilakukan Garda Pemuda dan DPW Nasdem Provinsi Bali semoga Tuhan memberikan anugerah semoga Nasdem diberikan kedamaian kesuksesan menghadapi Pemilu 2024," ucap Sekretaris DPW Partai Nasdem Bali, I Nyoman Winatha didampingi bakal calon legislatif DPR RI serta pengurus DPW Bali.
Winatha juga mengungkapkan daftar calon legislatif RI yang sempat kosong karena mundurnya Dewa Nyoman Budiasa (DNB). Winatha mengatakan, sudah terisi calon yang menggantikan dua bacaleg yang mundur bukan orang sembarangan. Ada dua, satu adalah orangnya petinggi DPP Nasdem yang ada di Bali dan juga orang kepercayaannya Wakil Gubernur Bali.
" Tunggu sajalah namanya. Kalau dikatakan kami kena tsunami, itu bisa terjadi di partai apa saja. Tujuan kami baik, tujuan kami ingin mendapatkan restu," katanya.
Disinggung elektabilitas Anies Baswedan yang merosot, kata Winatha, waktu masih panjang. Yang dia herankan, meski dalam survei Anies dikatakan bawah bakal calon yang lain seperti Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, kenapa banyak ketar-ketir? "Walaupun hasil survei rendah tapi kenapa semuanya panik ya," jawabnya dengan tawa kecil.
Lebih lanjut dikatakan untuk urusan Pemilihan Presiden ditangani DPP Nasdem. Sedangkan untuk di daerah fokus dengan pemilihan legislatif. Terutama Bali, harus pecah telur, tembus Senayan. Dikatakan, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh selalu mengingatkan Nasdem Bali fokus bisa satu orang lolos DPR RI. "Pesan pak Surya hanya satu lolos DPR RI pecah telur dan jaga kedamaian di Bali," ucapnya. (feb) Editor : Donny Tabelak