Sabtu, 21 Jul 2018
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Perbaiki Senapan Angin, Peluru Tersumbat, Pelajar SMA Tertembak

Rabu, 01 Nov 2017 08:15 | editor : ali mustofa

peluru nyasar, pelajar sma, rs sanglah

LEMAH: I Made Dwi Partawan tergolek lemah di IGD RS Sanglah (Juliadi/Radar Bali)

RadarBali.com - Seorang pelajar SMA berusia 16 tahun terbaring lemas di IGD RS Sanglah Denpasar Selasa (31/10) kemarin.

I Made Dwi Partawan terkena peluru senapan angin yang menembus bagian hidung hingga bersarang kepalanya.

Tim dokter belum berani mengeluarkan peluru senapan angin yang masih bersarang di kepalanya karena kondisi korban  terus melemah dan belum sadarkan diri.

Berdasar informasi, peristiwa nahas yang menimpa I Made Dwi Partawan terjadi di rumahnya di Banjar Karang Dalem, Bongkasa Abiansemal, Badung.

Awalnya Partawan sedang bermain senapan angin usai berburu burung di kebun yang tak jauh dari rumahnya.

Entah apa yang terjadi, senapan angin yang digunakan untuk berburu, rusak. Pasalnya salah satu peluru tidak keluar alias macet dari larasnya. Akhirnya senapan angin tersebut diperbaiki.

Saat akan memperbaiki dengan mengeluarkan peluru yang tersumbat dalam larasnya menggunakan lidi, seketika peluru yang tersumbat keluar dan meledak dan keluar.

Peluru itu pun mengenai bagian hidung dan menembus ke kepala. Staf medis RS Sanglah I Wayan Subamia membenarkan pasien tersebut merupakan korban yang terkena peluru senapan angin.

Pasien diantar dengan menggunakan mobil ambulans RSUD Mangusada dalam kondisi lemah. "Dari hasil rontgen dan CT Scan menunjukkan peluru  bersarang di bagian kepala korban.

Tim medis belum berani lakukan tindakan operasi karena kondisi Partawan yang masih lemah," jelas pria asal Bangli ini.

Ditempat terpisah keluarga korban yang ditemui di ruangan IGD RS Sanglah enggan memberikan keterangan apapun terkait peristiwa yang menimpa I Made Dwi Partawan.

Meski beberapa kali ditemui tidak mau bicara banyak soal peristiwa senapan angin makan tuan.

Hingga berita ini diturunkan I Made Dwi Partawan belum sadarkan diri. Kondisinya masih lemah. Terlihat alat bantu pernafasan terpasang pada bagian mulutnya.

Tak hanya itu monitor pemantau detak jantung masih terpasang di bagian tubuh korban.

(rb/jul/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia