Minggu, 22 Jul 2018
radarbali
icon featured
Dwipa

Berjarak 10 Km, Warga Dusun Buyung Bingung Antara Mengungsi Atau Tidak

Senin, 11 Dec 2017 15:15 | editor : ali mustofa

gunung agung, aktivitas seismik, pipa magma

MENGUNGSI: Suasana warga lereng Gunung Agung saat mengungsi bulan September saat status Awas I (dok.radarbali)

AMLAPURA - Warga Dusun Buyang, Rendang, mengalami kondisi dilematis antara mengungsi atau tidak. Ini karena radius desa tersebut ada 10 kilometer dari puncak Gunung Agung.

Hanya saja dampak erupsi di Buyang lumayan parah juga. Tidak kalah parahnya dengan yang terdampak di dalam radius.

Ini juga akhirnya dibahas dalam paruman desa. “Kami sedang membahas dalam paruman desa apa mau mengungsi atau tetap tinggal,” ujar Gusti Putu Wijera, salah seorang  warga Buyang yang juga anggota DPRD Bali.

Selama ini diakui warga Buyang kebingungan, berada di luar radius namun kena dampak cukup parah. Dusun Buyan sendiri posisinya ada di radius 11,5 KM dari puncak Gunung Agung.

Dalam hitungan radius desa ini memang tidak harus mengungsi, karena dalam perhitungan di luar zona bahaya.

Di sisi lain, kalau mengungsi maka masyarakat khawatir tidak mendapat bantuan logistik seperti pengungsi lain karena dari luar radius.

Di desa ini juga tercium bau belerang yang cukup menyengat bahkan sampai membuat sesak nafas.

Nah, hasil dari paruman tersebut akhirnya  diputuskan bahwa warga Dusun Buyang akan mengungsi jika erupsi terjadi.

Bahkan warga nekat akan mengungsi sekalipun tidak mendapat bantuan logistik dari pemerintah. Ini mereka lakukan untuk keselamatan karena merasa waswas atau  terjadi letusan besar.

Sejak status awas pertama disampaikan 22 September lalu, memang sempat membuat masyarakat Karangasem panik.

Namun belakangan ini warga Gumi Lahar tampaknya semakin terbiasa dengan kondisi tersebut.

Saat awas pertama sempat menimbulkan kepanikan yang luar biasa di Karangasem. Kota Amlapura sampai bedol desa (berpindah beramai-ramai) mengungsi ke luar Karangasem.

Akibatnya kota sempat sepi beberapa hari, seperti kota mati. 

(rb/mus/tra/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia