Jumat, 20 Jul 2018
radarbali
icon featured
Metro Denpasar

Tuding Thailand Embuskan Kabar Tak Aman, DPRD Bali: Mari Kita Lawan

Selasa, 12 Dec 2017 20:45 | editor : ali mustofa

gunung agung, erupsi gunung agung, pipa magma, kunjungan wisata, propaganda gubernur

Tanah Lot, salah satu destinasi unggulan pariwisata Bali (dok.radar bali)

DENPASAR - Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta sepakat dengan langkah perang propaganda yang akan dilakukan Gubernur Made Mangku Pastika.

Menurut Parta, negara lain yang mengandalkan pariwisata banyak memanfaatkan erupsi Gunung Agung. Ada indikasi negara seperti Thailand mengembuskan informasi Bali tidak aman dikunjungi.

“Saudara saya yang kerja di Thailand bilang Bali itu dibuat sudah rusak. Bali tidak aman. Hal seperti itu harus dibalas perang propaganda,” ungkapnya.

Hal tak jauh beda diungkapkan Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama. Adi mengaku pernah ditanya media nasional tentang jaminan jika membawa wisatawan asing ke Bali aman.

Adi tidak bisa memberi jaminan dengan mengatakan gunung meletus masalah alam. “Saya kan gak bisa nekat memberi jaminan aman,” kata Adi.

Anggota Fraksi PDIP DPRD Bali, I Nyoman Adnyana menyebut penurunan kunjungan wisatawan mancanegara diprediksi akan terus berlanjut.

 Sekalipun Bandara Ngurah Rai sudah kembali beroperasi, kebijakan yang tidak nyambung antara pemerintah dengan pihak-pihak terkait bisa menjadi masalah tersendiri.

Menurut Adnyana, kebijakan gubernur tentang menginap gratis satu hari dengan penyiapan kendaraan atau bus sebanyak 300 lebih untuk menuju bandara terdekat sudah bagus.

Tapi, setelah wisatawan tidak bisa berangkat saat bandara tutup, ternyata hal itu tidak terjadi. Tidak ada menginap gratis satu hari di hotel bagi wisatawan.

Mereka juga harus membayar bus yang ditumpangi ke bandara terdekat. Hal ini menimbulkan kesan bahwa kebijakan yang dikeluarkan gubernur tidak nyambung dengan pihak-pihak terkait.

Anggota Komisi II DPRD Bali, A.A. Ngurah Adhi Ardhana mengatakan, kedatangan wisatawan mancanegara periode September-Oktober turun 15 persen.

Hal ini juga berdampak pada penurunan kunjungan wisatawan secara nasional sebesar 5 persen.

Setelah ada erupsi, pada periode November-Desember ini penurunan diprediksi mencapai hampir 60 persen. Atau menyumbang hampir 25 persen penurunan wisatawan secara nasional.

Dia meminta gubernur mengundang Presiden Jokowi datang ke Bali untuk melihat situasi terkini. “Kami memohon kepada gubernur agar bisa disampaikan kepada presiden supaya bisa hadir Bali,” pungkasnya

(rb/san/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia