Minggu, 22 Jul 2018
radarbali
icon featured
Features
Curhat Gubernur Pastika Jelang Pensiun

Beri Restu Kandidat, Minta Pejabat Aktif Tak Gunakan Fasilitas Negara

Rabu, 10 Jan 2018 18:05 | editor : ali mustofa

pilgub bali, paket darma - kerta, koalisi rakyat bali

BERJUMPA: Gubernur Pastika saat diruang transit KPU Bali menemui paslon Mantra - Kerta (Istimewa)

Gubernur Pastika kembali menyambangi kantor KPUD Bali. Pastika datang sekitar 10 menit setelah kedatangan Mantra – Kerta. Apa maksudnya

 

 

MAULANA SANDIJAYA. Denpasar

 “TUGAS saya memastikan demokrasi berjalan baik, KPU bekerja independen dan profesional, jujur, adil dan tidak berpihak,” ujar Pastika diwawancarai usai keluar ruangan transit ketika ditanya alasan bolak-balik kantor Gubernur ke KPU Bali.

Gubernur dua periode itu kembali berpesan agar tidak ada money politic, kekerasan dan black campaign. Bali memerlukan stabilitas politik agar pariwisata tidak terganggu.

“Jangan gara-gara beda pilihan terus putus menyama braya (persaudaraan). Tidak boleh seperti itu,” tutur Pastika.

Pastika mengaku saat ini dirinya sebagai penglingsir Bali, selain tua umurnya juga tua masa kerjanya. Dia memberi restu untuk semua kandidat karena semua adalah putra Bali.

Dia berharap ketertiban saat pendaftaran bisa diteruskan hingga pemilihan nanti. Seluruh komponen sudah bisa menunjukkan kedewasaan berpolitik.

Pilkada harus dijadikan momen kegembiraan menyalurkan aspirasi. Dia pun tak khawatir berbagai pertemuan internasional terganggu.

“Biasanya di tempat lain pilkada panas, di sini aman-aman saja,” sambungnya. Pengakuan menarik disampaikan Pastika terkait ketidakhadiran Rai Mantra pada Selasa pagi di kantornya.

Saat semua anggota KRB hadir, Rai Mantra malah absen. Padahal, kata Pastika, permintaan KRB supaya dirinya menerima paslon yang diantar partai pengusung.

Untuk menyambut paslon Mantra – Kerta, Pastika mengaku sengaja memakai baju khusus yang jarang dipakai, yaitu baju dinas warna cokelat dengan pangkat di pundak.

“Mungkin karena ada halangan apa, Pak Rai Mantra jadi gak hadir. Padahal saya sudah saya tunggu dari pukul 7.15. Sengaja saya cari baju yang ini, pagi-pagi saya nyari-nyari baju ini supaya terima paslon dengan baik,” ungkapnya.

Namun, Pastika mengaku sudah bertemu dengan Rai Mantra di ruang transit. Pastika menegaskan, Rai Mantra sebagai wali kota dan Sudikerta sebagai wagub, harus tahu mana politik urusan pilkada dan mana mengurus pemerintahan.

Dirinya akan jelaskan pada Sudikerta, karena sudah mendaftar cawagub, maka kegiatan sebagai wagub tetap berjalan biasa.

“Tapi, kegiatan diluar tugas wagub harus ditentukan jelas, supaya tidak menggunakan fasilitas wagub untuk kepentingan sendiri. Wagub itu tugasnya cuma satu, kalau disuruh mewakili gubernur,” paparnya.

Menanggapi pernyataan Pastika, Mudarta buru-buru mengklarifikasi. Dikatakan, kedatangan menemui Pastika kemarin pagi memang khusus anggota KRB.

Dalam pertemuan sekitar setengah jam itu, Mudarta mengaku mendapat pesan positif dari Pastika. “Paslon akan menghadap sendiri setelah pendaftaran. Tadi (kemarin pagi, Red) hanya ketua partai,” jelasnya.

(rb/san/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia