Jumat, 20 Jul 2018
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Tragis, Diputus Cinta Kakak Kelas, Pelajar Kelas II SMA Bunuh Diri

Selasa, 20 Mar 2018 21:17 | editor : ali mustofa

kisah percintaan, pelajar bunuh diri, polresta denpasar

EVAKUASI: Jasad korban diturunkan dari tiang gantungan Selasa pagi (Istimewa)

DENPASAR – Tidak semua kisah cinta berakhir dengan kebahagiaan. Tidak jarang harus berujung perpisahan.

Sayangnya tidak semua orang dapat melewati masa patah hati itu. Yup, gara-gara putus cinta, pelajar kelas II SMA di Denpasar, I Kadek ALH, 17, mengakhiri hidupnya dengan tragis.

Korban ditemukan tewas gantung diri di sebuah gudang yang terletak di Perum Gria Kencana, Jalan Cokroaminoto, Ubung Kaja, Denpasar, Selasa (20/3) pagi.

“Yang mengetahui hal ini pertama kali adalah sopir pribadi keluarga korban bernama I Nyoman Sudiasa, 33,” beber sumber petugas.

Saat saksi hendak mematikan lampu gudang ia mendapati pintunya sudah dalam keadaan terbuka.

Karena curiga, dia masuk ke dalam gudang dan melihat korban yang tinggal di Perumahan Swamandala VIII, Padangsambian, Denpasar Barat  itu dalam keadaan tergantung di besi kanopi menggunakan kabel.

Sopir ini sempat memanggil nama untuk memastikan kondisi anak majikannya itu, tapi. Sayang korban sudah tak bernyawa lagi.

Ayah korban, Made Suwena tiba di TKP gantung diri sekitar 20 menit kemudian atau tepat pukul 08.10, dan menurunkan putra kesayangan ini.

Setelah itu dilaporkan ke polisi. Pihak Inafis Polresta Denpasar langsung olah tempat kejadian perkara. “Hasil pemeriksaan, korban tewas identik dengan orang bunuh diri,” tuturnya.

Berdasar hasil penyelidikan, baik di keluarga korban maupun teman korban, diduga korban nekat melakukan hal itu lantaran cintanya kandas diputusin sang kekasih.

“Informasinya, korban ini kelas II dan pacarnya itu kelas III. Dia sempat mengatakan kepada salah satu temannya bahwa dia akan bunuh diri lantaran cintanya selama satu tahun berjalan itu akhirnya kandas beberapa hari lalu,” beber sumber ini.

Kasubaghumas Polresta Denpasar IPTU Teta membenarkan terkait peristiwa tersebut. “Ya dari pemeriksaan luar tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Keluarga besar mengikhlaskan kepergian korban. Dan motifnya diduga kuat masalah pribadi,” tuturnya. 

(rb/dre/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia