Kamis, 19 Jul 2018
radarbali
icon featured
Travelling

50 Provinsi di Dunia Incar Direct Flight ke Bali, Ternyata Karena…

Jumat, 27 Apr 2018 11:00 | editor : ali mustofa

bandara ngurah rai, pariwisata bali, direct flight

LANDING: Pesawat Lion landing di Bandara Ngurah Rai beberapa waktu lalu (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

DENPASAR – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengklaim 50 provinsi di seluruh dunia memiliki minat membuka direct flight ke Bali. 

Namun, karena kapasitas Bandara Ngurah Rai terbatas, permintaan tersebut langsung ditolak. “Kapasitas Bandara Ngurah Rai kecil, makanya mendesak dibuat apron baru supaya pesawat bisa parkir,” ujar Gubernur Pastika kemarin (26/4).

Selain minim tempat parkir pesawat, landasan pacu (runway) Bandara Ngurah Rai tidak memadai. Direct flight menuju Bali banyak dilirik lantaran Pulau Seribu Pura ini merupakan destinasi wisata terbaik di dunia.

"Tiap saya bertemu dubes, semua minta itu (penerbangan langsung). Tapi slot penerbangan kita sudah penuh," klaimnya.

Pastika mencontohkan, untuk negara Tiongkok. Di mana hampir semua maskapai di negara Tirai Bambu itu menginginkan penerbangan langsung ke Bali.

Ini karena, jumlah wisatawan asal Tiongkok yang datang ke Bali paling banyak. Selain Tiongkok ada juga India, Rusia, Jepang, Korea dan Australia yang menyatakan tertarik ada penerbangan langsung tersebut.

Sayangnya masih terkendala keterbatasan slot, terlebih pada jam-jam sibuk. “Hampir 30 menit pesawat yang hendak mendarat menunggu giliran. Jadi bisa setengah jam muter-muter baru bisa turun," terang Pastika.

Bali memiliki daya tarik yang bagus. Terbukti selama 9 tahun berturut-turut Bali terpilih sebagai The Best Destination of The World dengan airport  terbaik, terindah dan terpadat.

Disamping itu memiliki 50 ribu kamar bintang 5, villa. "Kita itu sehari 17 ribu orang asing datang ke Bali melalui airport, belum domestik. Jadi peluang kita sebenarnya besar sekali," paparnya.

Pastika menyatakan, solusi menghadapi permasalahan tersebut tidak hanya pembangunan apron dan runway saja. Namun perlu ada bandara alternatif. Salah satunya membangun bandara di Bali Utara. 

(rb/zul/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia