Senin, 23 Jul 2018
radarbali
icon featured
Radar Jembrana

Teliti Penyebab Kematian, Kuburan Lumba-lumba Digali Lagi

Selasa, 08 May 2018 06:45 | editor : ali mustofa

pantai perancak, lumba lumba mati, bksda jembrana

GALI KUBURAN= Petugas BKSDA menggali kuburan lumba-lumba untuk melakukan pengecekan jenis lumba-lumba yang sebelumnya dikubur warga. (Istimewa)

NEGARA Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) resort Jembrana, Senin (7/5) pagi kemarin menggali kuburan lumba-lumba

yang sebelumnya ditemukan terdampar dalam kondisi mati di pantai Perancak, Banjar Dangin Berawah, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana.

Penggalian kuburan mamalia cerdas tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi jenis lumba-lumba, kemudian dikubur lagi di lokasi yang sama.

“Lumba-lumba sudah dikubur setelah ditemukan warga, untuk memastikan kami gali lagi,” kata Ahmad Januar petugas dari BKSDA Resort Jembrana.

Dari hasil identifikasi jenis lumba-lumba hidung botol. Pihaknya tidak melakukan identifikasi lebih jauh karena kondisi lumba-lumba sudah membusuk.

“Kalau penyebab kematiannya perlu pemeriksaan dari dokter hewan atau yang lebih ahli,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, seekor lumba-lumba ditemukan warga terdampar di pantai Perancak, Banjar Dangin Berawah Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Minggu (6/5).

Namun penemuan lumba-lumba yang sudah mati tersebut tidak dilaporkan pada pihak berwenang dan langsung dikubur di pinggir pantai

(rb/bas/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia