Senin, 23 Jul 2018
radarbali
icon featured
Bali United

Sukadana Minta Jam Terbang Pemain Lokal Ditambah, Ini Alasannya…

Senin, 18 Jun 2018 08:15 | editor : ali mustofa

bali united, liga 1, pemain lokal, wayan sukadana

Skuad Bali United (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

DENPASAR - Liga 1 masih diliburkan hingga 7 Juli mendatang. Sisa pertandingan di putaran pertama juga masih empat pertandingan lagi.

Tapi, lawan-lawan Bali United selanjutnya terbilang cukup berat. Lawan pertama adalah menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.

Di pekan ke-15, Serdadu Tridatu bertindak sebagai tuan rumah saat menghadapi PSM Makassar. Pada pekan ke-16, giliran Fadil Sausu dkk menghadapi  Persija Jakarta.

Namun, kandang Persija masih belum diketahui. Apakah memakai Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, atau Stadion Sultan Agung Bantul.

Jelang berakhirnya putaran I, CEO Bali United Yabes Tanuri yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengisyaratkan merombak skuad.

Hanya siapa yang direkrut dan siapa yang didepak, Yabes masih merahasiakan. Yang kemungkinan sudah pasti bergabung adalah Melvin Platje.

Eks penyerang SC Telstar itu informasinya sudah meneken kontrak dengan Manajemen Serdadu Tridatu. Apakah perombakan skuad membuat performa meningkat atau justru sebaliknya?

Hanya waktu yang bisa menjawab. Namun, ada sedikit masukan dari salah satu legenda hidup sepakbola Bali I Wayan Sukadana, apa yang harus dilakukan Bali United memasuki putaran kedua Liga I.

Menurut Sukadana, fokus utama yang perlu dilakukan Widodo adalah memberikan jam terbang untuk pemain lokal Bali.

Ini menjadi salah satu perbedaan yang mendasar jika dibanding musim lalu. Musim lalu, beberapa pemain lokal bisa bermain regular seperti Agus Nova, Andhika Wijaya, I Made Wardana, hingga I Gede Sukadana.

“Kesempatan pemain lokal untuk bermain harus lebih banyak lagi. Saya sebagai mantan pemain, menurut saya pemain lokal itu memiliki motivasi yang tinggi,” kata Sukadana.

“Luar biasa motivasi mereka main di Bali. Tapi, sekarang balik lagi ke Coach Widodo. Dalam latihan apakah para pemain itu pantas dan layak untuk dimainkan atau tidak.

Selain itu posisinya memang dibutuhkan untuk pertandingan-pertandingan nanti atau tidak,” terangnya. 

(rb/lit/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia