Sabtu, 21 Jul 2018
radarbali
icon featured
Politika

Survei Terbaru Sinergi Data Indonesia Untuk Elektabilitas Pilkada

Senin, 25 Jun 2018 10:56 | editor : ali mustofa

Survei Terbaru, SDI, Elektabilitas Pilkada,

SUARA: Direktur Sinergi Data Indonesia, Mohhamad Barkah Pattimahu saat memaparkan hasil survei SDI kepada awak media di Hotel Fave, Mataram, Jum'at (22/6/2018). (Istimewa)

MATARAM - Survei terbaru Sinergi Data Indonesia (SDI) menunjukkan elektabilitas pasangan Moh. Suhaili FT dan Muhammad Amin (Suhaili-Amin) unggul atas 3 pasangan lainnya dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Nusa Tenggara Barat (NTB) 2018.
Jika Pilkada digelar saat survei berlangsung pada 5-9 Juni 2018, sebanyak 25,50 persen responden memilih Moh. Suhaili FT - Muhammad Amin. Sementara pasangan Ahyar Abduh-Mori Hanafi sebanyak 18,67 persen, pasangan Zulkieflimansyah-Sitti Rohmi Djalilah sebesar 18,67 persen dan pasangan jalur independen Ali Bin Dahlan-Lalu Gede Sakti sebanyak 12,67 persen. Namun untuk pemilih yang menjawab rahasia, tidak tahu atau sama sekali tidak menjawab terbilang tinggi, sebanyak 24,50 persen.
Hal tersebut dikatakan Mohhamad Barkah Pattimahu, Direktur SDI, dalam jumpa pers mengenai Dinamika Dukungan Pilkada NTB, di Hotel Fave, Mataram, Jum'at (22/6/2018).
Barkah mengatakan, dalam survei SDI tersebut metode survei yang digunakan yakni Multi Stage Random Sampling, melibatkan sample responden 800 orang dan di lakukan di 10 kabupaten kota di NTB.
"Untuk pengumpulan datanya kami lakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Sedangkan tingkat margin error-nya sebesar 3,54 persen, dan hasil survei yang kami lakukan bisa dipertanggungjawabkan juga hasilnya bisa diuji,” ucapnya.
Ia menyatakan, dari survei SDI ada beberapa pertimbangan yang menjadi dasar masyarakat NTB, dalam memilih pasangan Suhaili- Muhammad Amin. Diantaranya figur paslon, pelaksanaan tata pemerintahan, kinerja wakil gubernur juga dukungan etnis mayoritas yang ada di NTB.
"Popularitas semua kandidat seimbang, tetapi kesukaan pemilih terhadap figur Suhaili lebih tinggi. Mayoritas pemilih menilai tata kelola pemerintahan di NTB sangat baik dan juga kinerja Muhammad Amin selaku wakil gubernur dinilai baik oleh pemilih ditas 50 persen", papar Barkah.
"Selain itu pemilih Etnis Sasak yang mayoritas berada di NTB, cenderung lebih memilih Suhaili-Amin", sahutnya.
Diketetahui, Pilkada NTB digelar 27 Juni 2018 mendatang untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2019-2024. Dan diikuti empat pasangan calon, yakni Moh. Suhaili FT dan Muhammad Amin (Suhaili-Amin) dengan nomor urut 1, kemudian Ahyar Abduh dan Mori Hanafi (Ahyar-Mori) nomor urut 2, pasangan Zulkieflimansyah dan Siti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) nomor urut 3, serta paslon jalur independen Ali Bin Dahlan dan Tuan Guru Haji Lalu Gede Wirasakti (Ali-Sakti) nomor urut 4.
Sedangkan pasangan Moh. Suhaili FT dan Muhammad Amin (Suhaili-Amin) merupakan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang diusung oleh Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai NasDem. (dan) 

(rb/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia