Kamis, 20 Jun 2019
radarbali
icon featured
Travelling

Woow…Songket Jembrana Wakili Indonesia di Ajang Hand Made Korea Summer

18 Juli 2017, 13: 30: 03 WIB | editor : ali mustofa

HARTA WARISAN: Salah satu homemade songket karya perajin Jembrana yang akan ditampilkan di Korea Summer 2017

HARTA WARISAN: Salah satu homemade songket karya perajin Jembrana yang akan ditampilkan di Korea Summer 2017 (Anom Suardana/Radar Bali)

Share this      

RadarBali.com –Penenun di Jembrana memang cukup kreatif dalam berinovasi dan menciptakan motif baru.

Hasil kreativitas mereka mampu membawa hasil tenun mereka ke tingkat internasional. Prestasi tersebut mampu diraih oleh Kelompok Tenun Putri Mas di Kelurahan Pendem, Jembrana.

Hasil karya kelompok itu lolos seleksi mewakili Indonesia mengikuti pameran kerajinan “Hand Made Korea Summer 2017”, di Seoul, Korea Selatan.

“Songket Jembrana ini dinilai memiliki karakteristik khas mengedepankan corak asli Jembrana serta murni buatan tangan serta telah memperoleh sertifikat HAKI,” ujar Kadis Koprindag Pemkab Jembrana Made Gede Budiartha.

Selain tenun Jembrana. pameran internasional itu juga akan diikuti 39 perajin lainnya se Indonesia seperti kerajinan tangan logam, kayu maupun berbahan rajutan. 

Ketut Widiadnyana, 42, Ketua kelompok tenun Putri Mas berharap melalui pameran di luar negeri nantinya bisa mengetahui arah trend kerajinan handmade saat ini serta berbagai inovasi mode yang sesuai dengan permintaan pasar luar negeri.

“Kami akan memamerkan tiga khas songket tenun Jembrana yakni songket bulan bintang, songket alam Jembrana serta songket jembrana tanpa sambungan yang merupakan satu-satunya hanya ada di Jembrana,” ungkapnya.

Menurutnya, songket Jembrana masih mempertahankan motif yang sama sejak zaman kerajaan dengan  menampilkan unsur alam seperti bunga dan hewan dengan dasar folklore.

“Ini berbeda dengan songket dari daerah lainnya di Bali. Motif songket Jembrana cenderung statis dan tidak rumit sehingga memudahkan untuk dimanfaatkan dari segi fashion, tidak seperti motif rumit yang acapkali menyulitkan saat pemotongan kain untuk pola,” jelasnya.

Selain itu pewarna yang dipakai juga alami seperti kunyit, akar mengkudu, daun mangga dan tanaman lain.

(rb/nom/mus/JPR)

 TOP