Sabtu, 17 Nov 2018
radarbali
icon featured
Bali United

Ini Evaluasi Pasca Kontra Persela; Minus VDV - Taufik, Sulit Berkreasi

Selasa, 17 Apr 2018 12:15 | editor : ali mustofa

bali united, persela lamongan, liga 1

SANG HERO: Aksi IIija Spasojevic saat ditekel penjaga gawang Persela Dwi Kuswanto di Stadion Surajaya Lamongan (Galih Cokro/Jawa Pos)

DENPASAR - Kesialan sepenuhnya belum lepas dari Bali United. Menghadapi tuan rumah Persela Lamongan di Stadion Surajaya, Lamongan, Senin kemarin (16/4), Bali United hanya mampu bermain imbang 1-1.

Pada menit ke-34 Guntur Triaji lebih dulu membawa Persela unggul pada menit ke-34. Persela dengan cepat melakukan serangan balik cepat dari Loris Arnaud sebelum akhirnya dikonversi menjadi gol.

Di babak kedua Bali United mulai sedikit bangkit. Ilija Spasojevic berhasil membuka keran golnya di Liga 1 2018 atau selama 353 menit bermainnya.

Spasogol berhasil mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-64 hasil dari assist Stefano Lilipaly. Menariknya, Spaso berhasil mencetak gol melalui pahanya.

Dengan hasil ini, Bali United untuk sementara berada di peringkat kedelapan dengan raihan enam poin. Sementara kubu tuan rumah bertengger di peringkat ke-12 dengan raihan lima poin.

Jika melihat pertandingan kemarin, klub yang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta ini masih belum menemukan ritme permainan terbaiknya.

Lihat saja bagaimana beberapa peluang Persela di babak pertama yang memanfaatkan kelengahan lini belakang.

Lini belakang Bali United terlihat kalang kabut dan kombinasi antara Arnaud – Guntur Triaji – Fahmi AL Ayyubi sangat menyulitkan.

Terutama dari sisi kanan pertahanan yang dikawal Dias Angga Putra. Tanpa sosok dua gelandang kreatif Nick Van Der Velden dan Muhammad Taufiq memang sedikit menyulitkan lini tengah Serdadu Tridatu untuk berkreasi.

Permainan Serdadu Tridatu terlihat sudah terbaca oleh skuad asuhan Caretaker Persela Danur Dara meskipun Fadil Sausu dkk dominan dari ball possession.

Di babak pertama kemarin, skuad asuhan Caretaker Eko Purdjianto berhasil unggul 52 persen berbanding 48 persen untuk kubu tuan rumah.

Sejatinya Bali United harus tertinggal 2-0 di babak pertama asalkan Loris Arnaud mencoba untuk melakukan tendangan langsung kearah gawang Bali United yang dikawal Wawan Hendrawan.

Arnaud justru memberikan umpan kepada Al Ayyubi yang justru panik menerima umpan silang Arnaud. Di babak kedua, Bali United bermain sedikit lebih tenang.

Sebaliknya, Persela yang bermain sedikit dibawah tekanan Bali United. Usai pertandingan Cartaker Serdadu Tridatu Eko Purdjianto sangat bersyukur Bali United bisa meraih satu poin di kandang Persela.

Menurutnya, satu poin sangat susah didapatkan dengan segala kekurangan yang dimiliki Bali United.

“Kami bisa satu poin disini (Stadion Surajaya) meskipun kami setengah mati berjuang. Kami akui kami lengah di babak pertama dan tingkat kelelahan pemain cukup tinggi,” ucap Eko.

Di pertandingan berikutnya pekan depan, Bali United akan menjamu Barito Putra Minggu mendatang (22/4). 

(rb/lit/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia