Rabu, 22 Aug 2018
radarbali
icon featured
Bali United

Didzalimi PSSI, Bek Tangguh Bali United Ini Berharap Keadilan

Selasa, 12 Jun 2018 10:05 | editor : ali mustofa

bali united, liga 1, komdis pssi, agus nova

NGOTOT: Bek tengah Bali United Agus Nova duel dengan striker Persib Ezechiel N’douasel (Alit Binawan/Radar Bali)

DENPASAR - Untung saja Bali United mampu memenangkan pertandingan pekan ke-13 Liga 1 2018 melawan Persipura Jayapura dengan skor 2-0.

Kalau kalah, bagaimana geramnya supporter, manajemen, dan pemain Bali United. Terutama bek tengah Bali United Agus Nova Wiantara.

Maklum, Agus Nova di menit-menit akhir tepatnya pada pukul 18.00 sesaat sebelum Match Coordination Meeting (MCM) dinyatakan tidak bisa bermain melawan Persipura.

Keputusan larangan bermain Agus Nova setelah sanksi satu kali larangan bertanding yang sudah dijalani setelah menerima kartu merah kontra Persib Bandung tertuang dalam surat bernomor 072/L1/SK LD/PSSI/VI/2018.

Uniknya, keputusan Komdis PSSI yang kontroversial ini sudah dibuat sejak 6 Juni lalu. Tetapi baru H-1 pertandingan dikeluarkan oleh Match Commisioner (MC).

Jelas saja hal ini sedikit membuat kesal dan kecewa Agus Nova. “Waktu itu habis sampai mess setelah latihan, saya baru tahu ada kabar ini. Jelas saya kecewa dengan keputusan seperti ini,” ujar Agus Nova kemarin.

Dia lantas mempertanyakan keputusan PSSI yang menurutnya sangat kontroversial. Ditambah juga beberapa kali Bali United seakan ‘dikerjai’ wasit dalam beberapa pertandingan.

Kalau ditoal sebelum sanksi kontroversial Agus Nova, setidaknya empat kali wasit menganulir gol Stefano Lilipaly dkk. Keempat gol yang dianulir itu dianggap terkena jebakan offside.

Padahal jelas dari tayangan ulang keempat gol sah. Terakhir saat dianulirnya gol Stfenao Lilipaly saat menghadapi Persib Bandung dipekan kesebelas Liga 1.

“Saya tidak mengerti apa yang salah. Memang beberapa kali ada keputusan yang aneh untuk Bali United. Mudah-mudahan kami semua tetap semangat.

Untuk selanjutnya saya harap tidak ada lagi keputusan-keputusan yang merugikan seperti ini,” tutur Agus Nova. 

(rb/lit/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia