Minggu, 19 Aug 2018
radarbali
icon featured
Dwipa

Gasak Barang Belanjaan Pembeli di Pasar, Sasar 19 TKP, Ini Kata Pelaku

Selasa, 12 Jun 2018 10:29 | editor : ali mustofa

curi barang belanjaan, polres klungkung, wajib lapor

BB: Kanit Reskrim Polsek Klungkung, AKP. I Made Nesa saat menunjukkan barang bukti pencurian (Dewa Ayu Pitri Arisanti/Radar Bali)

SEMARAPURA- Para pembeli terutamanya para ibu-ibu memiliki kebiasaan menaruh sebagian barang belanjaannya di sepeda motornya ketika barang yang harus dibeli di pasar masih cukup banyak.

Kebiasaan ini yang kini menjadi target si tangan panjang. Dan, peristiwa seperti ini mulai marak terjadi di sejumlah pasar di Kabupaten Klungkung.

Kanitreskrim Polsek Klungkung AKP I Made Nesa kemarin (11/6) mengungkapkan, peristiwa kemalingan barang belanjaan yang ditaruh di sepeda motor yang diparkir para pembeli di parkiran pasar sudah beberapa kali terjadi.

Namun, yang melapor baru seorang saja, yakni I Ketut Eka Pradana, asal Desa Muncan, Karangasem di parkir Pasar Semarapura, Jumat (8/6) lalu.

“Berdasar laporan itu, pelaku pencurian barang belanjaan tersebut berhasil ditangkap berkat rekaman CCTV yang terpasang dan menyorot tempat parkir,” katanya.

Pelaku diketahui atas nama Ni Kadek Winda Sari, 36, asal Desa Tegak, Kecamatan Klungkung. Pelaku berhasil diamankan di rumahnya, Jumat (8/6) lalu.

Dari rumah pelaku pula sejumlah barang bukti berupa buah-buahan, jajan dan beberapa kebutuhan sarana persembahyangan berhasil diamankan.

“Namun karena masih dalam tahap pengembangan dan total barang bukti kurang dari Rp 2,5 juta, pelaku hanya dikenakan wajib lapor,” terangnya.

Berdasar hasil keterangan, pelaku mengakui telah melakukan aksinya sebanyak 19 kali yang TKPnya sebagian besar dilakukan di Pasar Galiran dan Semarapura.

Menurutnya, pelaku melakukan hal tidak terpuji itu karena mengalami kesulitan ekonomi.

“Pelaku mengaku mulai beraksi sejak Maret 2018. Hasil dari mencuri itu ada yang dia nikmati sendiri dan ada yang dijual,” katanya.

Menurutnya, selama melakukan aksinya, tidak semua berjalan mulus. Pelaku mengaku pernah mengambil barang korbannya di sepeda motor yang ternyata adalah sampah berupa canang yang sudah kering.

“Kami besok (hari ini, Red) akan menggelar olah TKP. Belajar dari hal ini, kami mengimbau agar masyarakat tidak menaruh barang-barangnya di sepeda motor,” tandasnya.

(rb/ayu/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia