Rabu, 22 Aug 2018
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

FAKTA BARU! Kemaluan Korban Tewas di Kebun Jagung Berisi Sperma

Selasa, 12 Jun 2018 18:56 | editor : ali mustofa

wanita tewas misterius, tewas setengah telanjang, kebun jagung, forensik rsup sanglah, polresta denpasar

OLAH TKP: Polisi mengidentifikasi jasad Lailatin Nadhiroh yang ditemukan di kebun jagung di Jalan Sedap Malam, Denpasar Timur (Istimewa)

DENPASAR – Sedikit demi sedikit penyebab kematian Lailatin Nadhiroh, 44, wanita yang ditemukan tewas setengah telanjang di kebun jagung terkuak.

Diduga kuat korban diperkosa lalu dibunuh. Pasalnya, dari hasil otopsi ditemukan cairan sperma pada kemaluan korban.

Luka pada sekujur tubuh korban diduga akibat benda tumpul. Walaupun demikian, motif pembunuhan hingga saat ini belum juga terkuak.

Menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, penyidik Polresta Denpasar sudah mendapat hasil otopsi dari Forensik RSUP Sanglah.

“Hasil otopsi bersifat rahasia. Namun, secara garis beras kematian korban diduga diperkosa baru dibunuh. Sebab pada kemaluannya ditemukan cairan sperma,” ujar sumber di Polresta Denpasar.

Ditemukan pula luka di beberapa bagian tubuh korban diduga disebabkan oleh benda tumpul. “Ada darah di kemaluan korban diduga karena kekerasan benda tumpul,” bebernya.

Sayang penyidik belum bisa mengungkap siapa pelaku pembunuhan lantaran kekurangan saksi dan bukti petunjuk. “Terkait dengan cairan sperma itu nanti akan dilakukan tes DNA,” tuturnya.

Yang jelas, sampai saat ini suami siri korban bernama Jainuri dan pacarnya bernama Suwarni masih diperiksa secara maraton terkait keberadaan mereka selama tenggang waktu korban keluar dari kos hingga ditemukan tewas.

“Tim lain yang memeriksa keterangan kedua saksi ini,” tandasnya. Sayangnya, Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo belum bersedia dikonfirmasi.

Seperti berita sebelumnya, Jainuri diketahui banyak memiliki kekasih. Dan korban diketahui keluar dari kos pada Selasa (5/6) sekitar pukul 17.00 mengaku dijemput suami.

Menurut Pak Kumis panggilan Jainuri, 5 Juni 2018 pukul 19.53 wita, korban sempat miss call, namun ketika ditelpon balik tidak diangkat oleh korban.

Dia lalu terus bekerja sebagai buruh proyek di kawasan Renon. Karena telpon tidak diangkat, selanjutnya pada hari yang sama sekitar pukul 22.00 pulang.

Pak Kumis baru mengetahui bahwa korban telah meninggal dunia di kebun jagung yang jaraknya sekitar 500 meter dari kosan setelah diberitahukan oleh warga sekitar.

(rb/dre/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia