Senin, 20 Aug 2018
radarbali
icon featured
Radar Jembrana

Kecapekan, Pemudik Tewas di Dalam Bus AKAP, Ternyata Ini Penyebabnya…

Jumat, 15 Jun 2018 06:15 | editor : ali mustofa

arus mudik, mudik lebaran, pemudik meninggal dunia, kp3 pelabuhan gilimanuk

EVAKUASI: Tim BPBD mengevakuasi almarhum ke puskesmas. Tapi, dokter menyetakan sudah meninggal (Anom Suardana/Radar Bali)

GILIMANUK - Rencana keluarga Sahwan, 62, merayakan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman berubah menjadi duka.

Sebab, pemudik asal Banyuwangi, Jawa Timur itu menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan mudik kemarin.

Sahwan bersama keluarganya yang merantau dan tinggal di Dusun Batu Nisung, Rt/Rw 001/012, Karang Dima, Labuhan Badas,

Sumbawa Barat, NTB berangkat Rabu (13/6) sekitar pukul 11.00 dengan menumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Tiara Mas EA 7339 A.

Selama perjalanan dari Sumbawa, Sahwan masih sehat-sehat saja. Tapi, saat bus yang disopiri Bambang

Bambang Irnawan, 49,  tiba di Gilimanuk, kemarin, Sahwan tiba-tiba pingsan di tempat duduknya.

Melihat ada salah satu penumpang pingsan, sopir kemudian menghentikan bus di depan pasar Gilimanuk.

Sahwan kemudian berusaha diberikan pertolongan, namun dia tetap tidak sadar. 15 menit kemudian Sahwan  diturunkan

dari bus lalu dibawa ke Puskesmas Gilimanuk dengan ambulance Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Setibanya di Puskesmas, Sahwan langsung ditangani oleh dokter Supriyono. "Dari hasil pemeriksaan medis korban dinyatakan

sudah meninggal dunia sebelum sampai di Puskesmas atau kemungkinan sudah meninggal dalam bus," ungkap Kanitreskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk AKP Komang Mulyadi. 

Dari keterangan istri Sahwan,  Isnaini, 56, suaminya itu memang mempunyai riwayat hipertensi dan pernah rawat inap di rumah sakit tahun 2016 karena sakit jantung.

"Selama perjalanan suaminya tidak mengeluh sakit. Namun, sampai di Gilimanuk pingsan dan meninggal diduga karena sakit jantungnya kambuh," jelasnya.

Setelah jenasah Sahwan sempat  dititip di Puskesmas kemudian dijemput oleh keluarganya untuk dibawa pulang ke Banyuwangi.

(rb/nom/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia