Minggu, 19 Aug 2018
radarbali
icon featured
Bali United

Bali United Akui Dekati Kiper Borneo M. Ridho di Awal Musim, Lantas…

Minggu, 17 Jun 2018 09:26 | editor : ali mustofa

bali united, kiper borneo, m.ridho

KIPER TIMNAS: Kiper Borneo FC M.Ridho saat latihan bersama Timnas Indonesia di Lapangan ABC Senayan (Alit Binawan/Radar Bali)

DENPASAR – Kecil kemungkinan Bali United merekrut kiper baru untuk mengarungi Liga 1 2018. Apalagi, kiper utama mereka Wawan Hendrawan tampil begitu apik di bawah mistar gawang.

Meski begitu, kemungkinan merekrut penjaga gawang anyar masih terbuka lebar. Menurut Pelatih Kiper Bali United Arjuna Renaldi, keputusan mendatangkan kiper baru atau tidak ada di tangan Manajemen Bali United.

Sebagai catatan, sejak musim lalu beredar kabar beberapa penjaga gawang ingin merapat dan dicoba untuk digaet oleh Bali United.

“Mungkin tidak ada. Kami akan fokus dengan penjaga gawang yang ada dulu saat ini. Tapi kita lihat saja bagaimana keputusan manajemen nanti,” kata Arjuna.

Kalau dilihat sejak awal musim 2018, ada satu nama penjaga gawang yang terus diisukan akan merapat. Dia adalah M. Ridho Djazulie.

Penjaga gawang berusia 27 tahun miliki Borneo FC memiliki kedekatan dengan Arjuna. Arjuna pula yang berhasil mengorbitkan Ridho sehingga bisa seperti saat ini.

Arjuna juga membenarkan Bali United pernah mengincar Ridho diawal musim Liga 1 2018. “Ridho sudah mau kesini (Bali United).

Tapi dia masih terikat kontrak disana (Borneo FC). Lihat kedepannya dulu seperti apa. Semua tergantung manajemen,” ucapnya.

Yang jelas, untuk pemain senior seperti Wawan Hendrawan dan I Made Wardana, Arjuna mengatakan bahwa jasa mereka berdua masih dibutuhkan.

Tetapi semua itu tergantung dari pola latihan yang dilakukan. Wawan sendiri saat ini berusia 36 tahun. Sedangkan Wardana berusia 37 tahun musim depan. Selain itu, Wardana juga memiliki lisensi kepelatihan C AFC.

“Dua penjaga gawang ini (Wawan – Wardana) masih dibutuhkan. Tetapi tergantung mereka melakukan latihannya bagaimana. Bisa maksimal atau tidak nanti.

Kalau tidak maksimal itu yang susah. Harus dibutuhkan kestabilan mereka untuk melakukan latihan agar performanya tetap konsisten,” pungkasnya.

(rb/lit/mus/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia