Sabtu, 17 Nov 2018
radarbali
icon featured
Bali United

Duh, Perubahan Regulasi Gerus Kesempatan Skuad Muda Tembus Starter

Minggu, 19 Aug 2018 08:05 | editor : ali mustofa

bali united, liga 1, pemain muda, pasek wijaya

JARANG STARTER: Martinus duel dengan pemain Persib Bojan Malisic. Martinus, salah satu pemain muda Bali United yang jarang mendapat kesempatan bermain (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

DENPASAR - Nama-nama seperti Miftahul Hamdi atau Yabes Roni Malaifani yang musim lalu menjadi pemain muda yang terus mendapatkan

kepercayaan Pelatih Bali United Widodo Cahyono PUtro, sekarang sedikit demi sedikit mulai terpinggirkan.

Musim lalu, mereka berdua bisa bermain maksimal dan bahkan bisa menjadi bagian Timnas U-23 besutan eks Barcelona, Luis Milla.

Tetapi sekarang semuanya berubah 180 derajat. Apakah karena faktor persaingan yang semakin ketat mengingat di lini serang Serdadu Tridatu memiliki sederet pemain berkualitas mulai dari Melvin Platje, Stefano Lilipaly, hingga Irfan Bachdim?

Ataukah karena performa para pemain muda mulai meredup? Asisten Pelatih Bali United I Made Pasek Wijaya memiliki alasannya.

Pasek mengatakan, para pemain muda di skuad Serdadu Tridatu musim ini bukannya terpinggirkan seperti anggapan banyak suporter.

Tetapi karena jajaran pelatih memiliki cukup banyak opsi untuk itu. Selain itu, faktor utama mengapa para pemain muda harus bisa bersaing ketat karena regulasi.

Musim lalu, regulasi Liga 1 2017 mengharuskan masing-masing tim untuk memainkan tiga pemain U-23 dalam setiap pertandingan.

Regulasi itu dibuat karena PSSI dan PT LIB ingin mengakomodir Pelatih Timnas U-23 Luis Milla Aspas untuk mencari pemain-pemain muda potensial untuk Timnas U-23 yang akan berlaga di SEA Games 2017.

Makanya nama-nama seperti Hamdi dan Yabes melambung saat itu. Termasuk juga M. Dicky yang jarang mendapat tempat sebagai penjaga gawang utama Serdadu Tridatu juga dipanggil oleh Luis Milla.

Musim ini, regulasi U-23 dihilangkan meski Timnas U-23 masih dipakai untuk Asian Games 2018. Ini menjadi salah satu faktor mengapa para pemain muda jarang menadapt menit bermain.

“Musim lalu karena ada regulasi U-23, kesempatan bermain jadi lebih banyak. Sekarang tidak ada regulasi itu, otomatis pemain muda dan pemain senior juga harus bisa bersaing secara sehat.

Kalau tidak dimainkan, jangan dulu merasa kalah sebelum bertanding. Tunjukkan kemampuan terbaik di latihan,” beber Pasek Wijaya.

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia