Minggu, 23 Sep 2018
radarbali
icon featured
Ekonomi

Cetak Sejarah, Bali Sukses Ekspor Kapal Penangkap Ikan ke Tiongkok

Sabtu, 08 Sep 2018 11:45 | editor : ali mustofa

pasar ekspor, ekspor ikan, ekspor kapal ikan, bps bali

BERSANDAR: Kapal penangkap ikan bersandar di dermaga barat Pelabuhan Benoa (Adrian Suwanto/Radar Bali)

DENPASAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, mencatat nilai ekspor barang Bali pada bulan Juli 2018 mencapai USS 46.475.569 atau meningkat sebesar 39,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya month to month (m to m).

Tingginya peningkatan nilai ekspor dari bulan sebelumnya (m-to-m), dominan dipengaruhi oleh meningkatnya nilai ekspor tujuan Amerika Serikat sebesar US$ 3.412.913 atau naik sebesar 30,97 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Bali I Gede Nyoman Subadri, mengatakan secara absolut, naiknya ekspor ke Amerika Serikat didominasi oleh komoditas ikan dan udang, tuna dan cakalang yang mencapai US$ 1.247.591.

“Selama tahun 2018, ekspor ikan dan udang tujuan Amerika Serikat mencapai puncak tertinggi di bulan Juli 2018,” ujarnya.

Selain itu, komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan ekspor tujuan Amerika Serikat secara persentase antara lain komoditas perabot dan penerangan rumah yang mengalami peningkatan hingga puluhan kati lipat.

Selain itu, ada juga komoditas yang mengalami peningkatan antara lain produk kayu, barang dari kayu yang meningkat hingga 72,78 persen, berupa patung kecil dan ornamen lainnya yang terbuat dari kayu.

Selain tujuan Amerika Serikat, ekspor tujuan Tiongkok juga mengalami peningkatan hingga ratusan persen, dengan nilai mencapai US$ 1.958.107.

Di mana komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan ekspor ke negara tersebut hingga ratusan persen antara lain komoditas ikan dan udang yang sebagian besar berupa cumi-cumi, mencapai US$ 1.421.057.

Setelah komoditas ikan dan udang, komoditas yang baru diekspor pada bulan Juli 2018 dan sebelumnya tidak dilakukan ekspor antara lain produk kapal laut

dan bangunan terapung berupa kapal penangkap ikan dengan tonase kotor melebihi 4.000 gross ton (GT) sebesar US$ 156.000.

“Kapal laut dan bangunan terapung, yang pada bulan Juli 2017 tidak dilakukan ekspor ke Tiongkok, kini kembali di ekspor. Ini pertama kali,” terang Subadri.

(rb/zul/mus/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia