Minggu, 18 Nov 2018
radarbali
icon featured
Sportainment

Rebut Perunggu AG, Coky Terbang ke Berlin, Ini Ajang yang Diikuti...

Rabu, 12 Sep 2018 14:30 | editor : ali mustofa

karateka bali, karateka coky, kejuaraan dunia karate

Karateka Bali Coky saat bertarung dengan karateka Tiongkok di Asian Games lalu (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

DENPASAR - Tidak butuh waktu istirahat yang cukup lama bagi peraih medali perunggu cabor karate Asian Games 2018, Cok Istri Agung Sanistyarani.

Hanya berselang dua pekan usai perhelatan Asian Games 2018, Jakarta – Palembang, Coky sudah bersiap untuk World Karate 1 Premier League Berlin 2018 yang akan berlangsung mulai tanggal 14-16 September mendatang.

Coky sendiri bertolak ke Berlin bersama dua karateka Indonesia lainnya kemarin. Coky yang diwawancarai sebelum berangkat mengungkap jika ini adalah kejuaran dunia karate kelimanya.

Sebelumnya dia sudah sempat bertarung di Premier League Paris, Dubai, dan Rotterdam, Belanda. Coky tidak mematok target di Berlin.

“Kalau target medali sih tidak. Tapi, saya mencoba untuk tampil yang terbaik nanti,” terang Coky. Dia juga mencoba untuk mempertajam strategi dalam pertarungan.

Terutama pola pertarungan. Sebab dia sudah belajar ketika di Asian Games lalu dimana dia kalah oleh karateka asal Iran, Tharavat Khaksar.

“Saya akui, waktu Asian Games saya bisa mengalahkan Tharavat. Apalagi waktu AKF Jordan, saya bisa mengalahkannya. Saya juga merasa feel latihan,

saya paling enak di waktu TC di Ukraina. Tapi saya sudah ikhlas dapat perunggu dan sekarang saya harus fokus di Permier League,” bebernya.

Apalagi setelah ini, karateka spesialis kelas kumite -55 kg putri ini sudah harus bertarung lagi di Premier League Tokyo.

Di Premier League ini, Coky ingin memperbaiki peringkatnya di World Karate Federation (WKF). “Sekarang saya ada di peringkat 15,” ucapnya.

Apalagi Indonesia juga tengah berjuang untuk bisa tembus di cabor karate Olimpiade 2020. Target selanjutnya dari karateka

asal Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung ini ingin mempertahankan medali emas SEA Games 2019, Filipina.

“Emas pasti harus bisa. Itu salah satu target terbesar saya,” tutup karateka kelahiran 31 Desember 1994 ini.

(rb/lit/mus/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia