Sabtu, 15 Dec 2018
radarbali
icon featured
Radar Jembrana

Kera Raksasa Itu Masuk Kelas dan Ganggu Proses Belajar, Terpaksa...

21 September 2018, 05: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

bojog duwe, bojog raksasa, warga batuagung, permukiman warga

CARI BOJOG: Petugas dan warga mencari kera raksasa diperkebunan warga setelah diketahui mencuri dan merusak permukiman warga Batuagung (Anom Suardana/Radar Bali)

NEGARA – Warga Batuagung, Jembrana dibuat resah setelah bojog (kera) berukuran raksasa tiba-tiba muncul di permukiman warga.

Tidak hanya mencuri makanan, bojog berjenis kelamin jantan itu juga merusak atap rumah warga. Karena ukurannya begitu besar, warga begitu ketakutan.

Awalnya warga mengira hewan primata itu adalah bojog duwe karena muncul menjelang rahinan kalipaksa dan tumpek wayang. Apalagi kemunculannya begitu misterius.

Selain meresahkan warga, kehadiran bojog itu juga menganggu siswa-siswa SDN 1 Batuagung. Bojog itu muncul dari tegalan lalu melompat tembok dan masuk ke sekolah saat siswa sedang belajar.

“Saat jam pelajaran dan kantin sepi pada Selasa tiba-tiba bojog itu muncul dan masuk ke kantin. Saya berusaha mengusirnya namun malah merusak plapon,” ungkap penjaga kantin SD Negeri 1 Batuagung, Ni Komang Ariawati.

Kehadiran bojog itu membuat siswa-siswa yang sedang belajar kaget.“Kami kaget ada bojog masuk sekolah.

Lalu kami usir beramai-ramai lalu lari ke semak-semak,” ujar  Kadek Dananjaya, salah sartu siswa SD 1 Batuagung.

Agar bojog itu tidak semakin meresahkan, warga kemudian melapor ke Satpol PP pemkab Jembrana.

Anggota Satpol PP bersama Dokter Hewan dan petugas lapangan dinas Pernanian dan Pangan serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas kemudian turun melakukan pencarian dengan membawa sumpit berpeluru ibat bius.

Namun setelah cukup lama dicari bersama warga berkeliling di Banjar Tegalasih dan Batuagung bojog tersebut tidak ditemukan.

“Kita sudah berkeliling tetapi bojog itu tidak ditemukan. Kita perkirakan bojog itu peliaharaan warga yang lepas karena berkeliaran di perkotaan yang jauh dari hutan,” ujar Kabid Tibum dan Tramas Satpol PP Pemkab Jembrana, I Kade Agus Arianta.

Keberadaan bojog itu kata Arianta memang membuat warga khawatir monyet karena takut kalau menyerang anak-anak.

“Sempat bojog itu terlihat. Namun saat didekati langsung kabur ke semak-semak. Yang dikhawatirkan kalau merasa terdesak bojog itu akan menyerang warga,” pungkasnya.

(rb/nom/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia