Kamis, 18 Oct 2018
radarbali
icon featured
Sportainment

Palsukan Umur, IM Disanksi Degradasi dan Larangan Bermain Semusim

Kamis, 11 Oct 2018 07:45 | editor : ali mustofa

askab pssi buleleng, indonesia muda, sanksi degradasi

SERU: Dua pemain dari kedua tim saat mengikuti kejuaraan yang digelar Askab PSSI Buleleng (dok.radarbali)

SINGARAJA – Tim sepakbola Indonesia Muda (IM) dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Buleleng. Gara-gara tim melakukan pemalsuan usia pemain yang bertanding pada kompetisi Liga 2 PSSI Buleleng.

 Tak tanggung-tanggung, tim dikenakan sanksi degradasi. Mereka juga dikenakan sanksi suspensi selama satu musim.

Indonesia Muda sebenarnya kini sudah berhasil lolos dalam babak semi final Liga 2. Belakangan panitia liga dan komdis mendapat informasi ada tujuh orang pemain Indonesia Muda yang diduga memalsukan umur.

Alih-alih berusia maksimal 22 tahun, tujuh orang pemain itu rupanya telah berusia di atas 22 tahun.

Saat dilakukan penelusuran, ternyata indikasi itu semakin kuat. Komdis pun melakukan sidang dan meminta manajemen Indonesia Muda menunjukkan dokumen kependudukan yang otentik. Ternyata dokumen itu tak bisa ditunjukkan.

Komdis pun langsung menjatuhkan sanksi. Tim asal Kelurahan Kampung Kajanan itu langsung didegradasi ke Liga 3.

Mereka juga dikenakan suspensi, yakni larangan bermain selama satu musim pada tahun 2019 mendatang. Artinya mereka baru bisa berkompetisi di Liga 3 pada tahun 2020 mendatang.

“Ini sangat kami sayangkan. Sejak awal kami sudah wanti-wanti, jangan main-main. Tapi karena kecanggihan teknologi, bisa dimanipulasi sehingga terlihat seolah-olah asli,” kata Ketua Umum PSSI Buleleng, Gede Suyasa sore kemarin.

Suyasa menegaskan PSSI tak ingin main-main dengan statuta organisasi serta tata tertib liga. Sebab sportifitas adalah awal dari prestasi yang akan dicapai. Tak heran jika sanksi yang dijatuhkan pun terbilang berat.

Ia pun bersyukur indikasi manipulasi usia itu diketahui pada saat liga. “Bayangkan kalau pemainnya sudah masuk tim Porprov untuk kompetisi di Tabanan tahun depan.

Kemudian kita baru tahu saat di Porprov. Malu kita di provinsi. Lebih baik ketahuan saat ini. Komdis sudah tegas

dan tidak ada tawar menawar. Ini jadi bahan pembelajaran, sehingga tahun depan tidak ada lagi yang main-main,” tegas Suyasa.

Asal tahu saja, ini bukan pertama kalinya klub di Liga 2 dikenakan sanksi degradasi dan suspensi. Sebelumnya klub PORS Seririt juga dikenakan sanksi serupa. Klub itu juga diduga melakukan manipulasi usia pemain.

Semestinya tahun ini hanya ada dua klub di Liga 3 yang promosi ke Liga 2. Namun sanksi dari komdis, membuka peluang promosi lebih besar.

Tahun ini ada tiga klub di Liga 3 yang dipastikan promosi ke Liga 2. Mereka adalah Tintin FC Tinga-Tinga, Putra Kubutambahan FC, serta Satria Muda FC Pengulon. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia