Rabu, 19 Dec 2018
radarbali
icon featured
Events

Sambut HUT Zeni ke-73, TNI dan Warga Gelar Karya Bhakti

12 Oktober 2018, 16: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

hut zeni, tni ad, karya bhakti, tunjung biru, aksi jumat bersih

BERSIH-BERSIH: Kaling Tunjung Biru I Nengah Putu Pasek (baju merah) berbaur bersama warga dan personil TNI menunaikan karya bhakti, Jumat (12/10) pagi (Kadek Surya Kencana/Radar Bali)

DENPASAR - Serangkaian perayaan hari jadi Korps Zeni Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (TNI AD) ke-73 yang jatuh pada Senin (15/10) berlangsung penuh hikmah, Jumat (12/10) pagi.

100 orang prajurit Batalyon Zeni Tempur 18/Yudha Karya Raksaka Kodam IX/Udayana dan 100 orang anggota Zidam lX/Udayana

bahu-membahu bersama ratusan warga Jalan Tunjung Biru, khususnya Banjar Taruna Bhineka, Desa Pemogan, Denpasar Selatan melaksanakan karya bakti.

Bersama warga, prajurit TNI bersinergi membersihkan lingkungan dan saluran air yang mampet. Kegiatan bakti sosial yang berlangsung sekitar dua jam tersebut ditutup dengan menikmati snack bersama.

I Nengah Putu Pasek, Ketua Lingkungan Tunjung Biru, Desa Pemogan mengapresiasi hubungan baik yang terjalin selama ini antara warga dan TNI.

“Mudah-mudahan di hari jadi Angkatan Darat ke-73 ini TNI semakin sukses ke depan,” ucapnya di sela-sela bhakti sosial yang diikuti sekitar 200 warga tersebut.

Dirinya berharap sinergitas atau kekompakan warga Tunjung Biru dan TNI menghasilkan stabilitas keamanan.

Menariknya, Pasek menyatakan karya bhakti berupa pembersihan merupakan wujud nyata dari konsep ajeg Bali.

“Jangan kita hanya ngomong ajeg Bali, sementara pulau kita dipenuhi dengan sampah. Hal tersebut tentu salah besar. Sampah juga tidak enak dilihat,” ujarnya.

Kebersihan imbuhnya merupakan kebutuhan mutlak. Lebih-lebih menyambut musim hujan.

Hal penting lain yang diharapkan semakin erat terjalin adalah kekompakan warga dan TNI, khususnya dalam menyikapi perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

 Ditekankannya, masyarakat Tunjung Biru wajib selalu bahu-membahu di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Warga Tunjung Biru tidak memilah-milah atau membedakan suku, agama, ras, dan antar golongan.

Kita semua bersaudara di bawah naungan satu negara. Marilah kita pelihara Bali ini demi masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Putu Pasek menilai kesadaran akan semangat bhinneka tunggal ika membuat Bali tetap Bali, yakni bersih, aman, lestari, dan indah.

“Bersih, aman, lestari, dan indah datangnya dari niat. Kalau memang niat ada, juga didukung dengan semangat ikhlas, saya yakin pasti bisa,” tegasnya sembari merinci jumlah warga Tunjung Biru sebanyak 250 kepala keluarga.

Salah seorang warga Banjar Taruna Bhineka, Desa Pemogan, Made Toya menilai kegiatan karya bhakti yang dilaksanakan berkala oleh TNI membuat TNI dan masyarakat semakin kompak.

Sementara itu, Letnan Satu Czi I Putu Gede Indra, koordinator karya bhakti dalam rangka HUT Zeni ke-73 di wilayah Kodam IX/Udayana berharap TNI semakin kompak dengan masyarakat; manunggal.

Selain pembersihan lingkungan, dijelaskan bahwa TNI juga mengadakan kegiatan sosial berupa donor darah di samping anjangsana aatau mengunjungi para purnawirawan dan warakawuri TNI.

“Harapan ke depan di usia TNI yang ke-73, situasi Bali kondusif. Lebih-lebih kini Bali menjadi tuan rumah IMF dan World Bank,” ungkapnya.

Kepala Zidam IX/Udayana Kolonel Czi Cahyadi Amperawan S.I.P menambahkan, perayaan ulang tahun kali ini tidak dirayakan dengan upacara militer sebagaimana mestinya.

“Dilaksanakan secara sederhana, tapi penuh makna. Suasana secara nasional kita berduka atas bencana alam di Lombok, Palu, dan Situbondo,” ucapnya.

Ditambahkan para prajurit Korps Zeni AD juga sedang siaga penuh membantu pengamanan Annual Meetings of the International Monetary Fund and the World Bank Group yang berlangsung di Nusa Dua, Bali. (adv)

(rb/ken/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia