Jumat, 16 Nov 2018
radarbali
icon featured
Ekonomi

Bappenas Fasilitasi Kerjasama Investasi Rp 47 T, Ini yang Digarap...

Senin, 15 Oct 2018 09:52 | editor : ali mustofa

bappenas ri, kerjasama investasi, proyek infrastruktur

TANDATANGAN PENTING: Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro (baju biru) saat penandatanganan dengan sejumlah badan usaha swasta di Nusa Dua, Sabtu lalu. (Zulfika Rahman/Radar Bali)

MANGUPURA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro

bersama perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menghadiri serangkaian penandatanganan fasilitasi kerjasama investasi

pada proyek- proyek di bidang energi terbarukan, perkebunan serta jalan tol yang merupakan bagian dari pengembangan sektor- sektor prioritas.

Pembiayaan proyek-proyek ini difasilitasi Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA)- Center for Private Investment atau yang juga dikenal dengan PINA Center Bappenas, entitas di bawah Kementerian PPN/Bappenas.

Beberapa di antara proyek-proyek yang dibahas dalam pertemuan tersebut telah mencapai financial closing.

“Pembiayaan alternatif non APBN adalah hal yang sangat elementer untuk menjadi efek pengungkit dalam pembangunan sektor prioritas.

Kementerian PPN/Bappenas melalui unit KPBU dan PINA akan terus mendorong pembiayaan alternatif untuk pembiayaan proyek prioritas di berbagai bidang seperti infrastruktur, industri, perkebunan dan pertanian,” ujar Bambang. 

PINA Center Bappenas berhasil memfasilitasi kerja sama investasi dengan perkiraan total nilai Rp 47 triliun rupiah yang terdiri dari dua kesepakatan

kerja sama di bidang energi terbarukan dengan nilai sebesar Rp 590 miliar rupiah, satu kesepakatan kerja sama di bidang perkebunan

dengan total nilai sampai dengan Rp 2 triliun, serta tiga kesepakatan kerja sama pengembangan jalan tol dengan perkiraan total nilai Rp 44,5 triliun.

Perjanjian kerja sama yang menandai financial closing ditandatangani untuk proyek kerja sama antara PT Nusantara Infrastucture Tbk

melalui anak perusahaannya, PT Energi Infranusantara (EI) dan PT Carpediem Elektrikal Nusantara (CEN) dengan perkiraan nilai investasi sebesar Rp 290 miliar.

Selanjutnya Preliminary Investment Agreement antara PINA Center Bappenas bersama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero)

dan Anak Perusahaan dengan PT PNM Investment Management dalam rangka restrukturisasi perusahaan dan pengembangan infrastruktur perkebunan,

dan kerja sama konstruksi antara PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk dengan PT Girder Indonesia dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

untuk pembangunan jalan tol ruas Ancol Timur – Pluit (elevated) sebagai bagian penambahan ruang lingkup Jalan Tol ruas Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga/Pluit

dan PT Citra Marga Lintas Jabar dengan PT Girder Indonesia dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk pembangunan North South Link Bandung sepanjang 14,3 kilometer

sebagai bagian penambahan lingkup jalan tol ruas Soreang– Pasir Koja dengan perkiraan total nilai investasi sebesar Rp 21,5triliun.

“Kementerian PPN/Bappenas sangat mendorong pengembangan skema pembiayaan alternatif tersebut untuk memanfaatkan dana investor swasta melalui Kerja sama Pemerintah

dan Badan Usaha (KPBU) dan skema PINA sehingga swasta dan badan usaha juga dapat bersama-sama pemerintah melaksanakan pembangunan Indonesia,” pungkasnya.

(rb/zul/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia