Jumat, 16 Nov 2018
radarbali
icon featured
Radar Jembrana

Bau Busuk , Proyek Drainase Kementerian PUPR Diprotes Warga

Kamis, 18 Oct 2018 18:45 | editor : ali mustofa

proyek drainase diprotes, Kementerian PUPR, Dinas Cipta Karya, Bau Busuk, Pemkab Jembrana,

MEDIASI : Pihak warga dengan rekanan saat mediasi di kantor lurah Baler Agung (M.Basir)

NEGARA – Proyek drainase di Lingkungan Kebon dan Perumnas Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, menuai protes warga.

Protes warga terhadap proyek Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Cipta Karya Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Perumahan Provinsi Bali, itu setelah proyek menimbulkan masalah baru.

Selain material proyek dan tanah bekas galian yang dibiarkan menumpuk. Warga juga mengeluhkan genangan air dari galian drainase tersebut karena menjadi sarang nyamuk dan menimbulkan bau tidak sedap. Bahkan jebolnya tembok SDN 5 Baler Bale Agung jebol, karena diduga adanya proyek tersebut.

Seperti terungkap saat mediasi antara warga dengan rekanan di kantor lurah Baler Bale Agung, Kamis (18/10).

Lurah Baler Bale Agung Ida Bagus Gede Ananda Kusuma mengatakan, mediasi dilakukan untuk menyikapi berbagai keluhan warga terkait keberadaan proyek agar bisa didengar langsung oleh pihak rekanan sehingga bisa ditindaklanjuti.

Menurutnya, sejumlah masalah sebelumnya disampaikan warga terkait dengan proyek ini. Sehingga, pihaknya menggagas mediasi agar, ada solusi mengenai sejumlah keluhan warga ini. ”Kami hanya berharap agar pihak rekanan lebih responsif dalam menyikapi permasalahan dan keluhan warga. Sehingga bisa diantisipasi sebelum ramai dan berlarut-larut,” ujarnya.

Sementara Direktur PT Sinar Dewata Ketut Sarwa, yang hadir dalam mediasi tersebut mengatakan, akan segera menindaklanjuti permintaan warga. Dia mengakui, memang sempat menerima keluhan warga, salah satunya mengenai debu di jalan utama. “Sudah sering menyiram debu di musim kemarau. Karena ini jalan utama memang tidak bisa menghindari debu," ujarnya.

Mengenai adanya air genangan, disebabkan adanya pengerjaan pemasangan sekitar 30 beton drainase di bagian selatan, sehingga tidak bisa langsung melakukan pemotongan ke sungai. Pun soal kerusakan fasilitas umum pihaknya berjanji akan memperbaiki. “Nanti akan segera kerjakan,” tukasnya.

(rb/bas/pra/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia