Selasa, 16 Jul 2019
radarbali
icon featured
Radar Jembrana

Miris! Sebelum Tewas, Korban Sempat Berupaya Bunuh Diri Berkali-Kali

24 November 2018, 20: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

ulahpati, pekak bertato gantungdiri, bunuh diri, Polsek Mendoyo, Polres Jembrana,

SEMPAT GAGAL : Pekak Garbo akhirnya meninggal setelah beberapa kali berusaha bunuh diri (Anom Suardana)

Share this      

NEGARA-Kematian tragis pekak atau kakek I Nengah Garbo di gubuk dengan cara gantung diri menyisakan cerita miris dari keluarga.

Pasalnya sebelum akhirnya menjemput ajal, kakek berusia 84 tahun asal Banjar Biluk Poh Kangin, Tegalcangkring, Mendoyo, ini diakui keluarga pernah melakukan usaha serupa.

Seperti dibenarkan saksi yang juga anak korban, I Nyoman Mandia,51. Menurut Mandia, jauh sebelum akhirnya ditemukan tewas di gubuk, ayahnya pernah melakukan usaha bunuh diri beberapa kali.

Upaya bunuh diri yang dilakukan kakek bertato, itu diakui Mandia lantaran ayahnya frustasi dengan penyakit sesak nafas yang dideritanya tak kunjung sembuh.

 “Memang beberapa kali pernah tapi berhasil dicegah.,”ujar Mandia.

Nahas, meski beberapa kali bisa dicegah karena dipergoki keluarga, ajal pun akhirnya menjemput Garbo. Garbo yang paginya sempat terlihat di rumah mendadak hilang saat siang hari.

Yang mengejutkan, Garbo tewas bunuh diri di gubuk yang sebelumnya sempat diakui keluarga pernah dipakai korban mengakhiri hidup namun gagal.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Ipda Gusti Ngurah Artha Kumara yang dikonfirmasi terkait kasus ulahpati, mengatakan bahwa korban meninggal murni karena bunuh diri.

 “Sesaui pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda kekerasan lain.

Yang ada hanya bekas jeratan dileher dan tanda-tanda gantung diri seperti keluar cairan melalui kemaluan dan anus sehingga korban meninggal karena gantung diri,” tukasnya. 

(rb/nom/pra/mus/JPR)

 TOP