Senin, 17 Dec 2018
radarbali
icon featured
Radar Jembrana

Memprihatinkan! SDN Loloan Timur Terendam, Murid Terpaksa Jemur Buku

05 Desember 2018, 17: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

SDN Loloan Timur, Pemkab Jembrana, Disdikpora Jembrana, Ratusan Buku Terendam, Sekolah terendam Banjir, banjir Selutut,

DIJEMUR : Sejumlah murid SDN 1 Loloan Timur terpaksa menjemur buku akibat terkena banjir (M.Basir)

NEGARA-Suasana memprihatinkan terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Loloan Timur.

Ratusan buku milik sekolah yang berada di tengah kota Negara ini basah terendam air. Selain ratusan buku, sejumlah ruang kelas di sekolah ini juga rusak.

Kepala SDN 1 Loloan Timur Ali Fauzi, dikonfirmasi, Rabu (5/12) menjelaskan, penyebab rusaknya ruang kelas dan basahnya ratusan buku di SDN 1 Loloan Timur, yakni akibat hujan deras yang terjadi, Selasa (4/12) kemarin.

Menurutnya, akibat hujan deras, seluruh ruangan kelas terendam. Bahkan air masuk ke sejumlah ruang sekolah setinggi satu lutut orang dewasa.

Akibat genangan air ke sejumlah ruangan sekolah,  ratusan buku yang mayoritas diletakkan di lantai seperti lantai ruang kelas, Kepala Sekolah, ruang Tata Usaha, dan ruang Perpustakaan basah dan rusak.

"Hampir semua buku basah, padahal buku-buku yang ada di sekolah penting semua,’ ujar Ali Fauzi.

 

Terinci, dari buku-buku yang terendam, diantaranya selain buku pelajaran, buku administrasi, buku induk sekolah, kertas 10 rem, kapur dan hampir semua peralatan sekolah termasuk satu unit komputer.

Buku-buku yang basah tersebut sudah dijemur sejak Sabtu lalu, tetapi karena sering hujan hingga kemarin belum kering.

Selain sejumlah peralatan dalam ruangan sekolah terendam banjir, tembok pagar sekolah juga jebol diterjang banjir.

Pihak sekolah masih khawatir ketika banjir datang, sekolah akan terendam banjir lagi. Karena telabah tepat berada dalam lingkungan sekolah.

Sekolah yang berada di Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, ini satu gedung sekolah terdiri dari empat ruang kelas juga rusak parah pada bagian atap sejak 2017 lalu.

Atas kondisi itu, lanjut Ali Fauzi, pihaknya juga mengaku telah mengusulkan perbaikan ruang kelas, namun hingga saat ini belum ada realisasi.

"Sempat dilihat bupati dan memerintahkan dinas terkait untuk rehab, tetapi hingga saat ini juga belum ada realisasi perbaikan," tukasnya.

(rb/bas/pra/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia