Senin, 17 Dec 2018
radarbali
icon featured
Features
Temuan Rahang Manusia Purba di Goa Keramat(1)

Berawal Dari Petunjuk Mimpi dan Sakit Mendadak

06 Desember 2018, 16: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

goa keramat, kerangka manusia purba, manusia purba, rahang manusia, penemuan kerangka purba, pemkab Karangasem, Goa giri Kencana,

DARI MIMPI :Mangku Subrata (baju putih) saat menunjukkan rahang manusia purba di goa Giri kencana (Wayan Putra)

Warga Dusun Dalem, Tianyar Tengah, Kubu Karangasem belakangan ini di hebohkan dengan penemuan gigi dan sebagian tulang yang diduga Rahang Manusia Purba. 

Goa tempat petemuan sendiri merupakan goa keramat. Seperti apa?

WAYAN PUTRA, Kubu

 

Goa kecil seluas 9 kali 5 meter di dekat sebuah tebing Dusun Dalem, Desa Tianyar Tengah, Kubu mendadak ramai didatangi warga.

Warga berbondong-bondong datang ke goa yang belakangan oleh warga diberi nama Goa Giri Kencana.

Goa ini sendiri diberikan nama seteleh seorang sulinggih asal Dusun Wanagiri, Sukasada, Buleleng datang ke lokasi tersebut.

Beliau adalah Ide Pendita Empu Darma Yoga asal Geria Jaya Santi, Wanagiri, Sukasada, Buleleng.

Jro Mangku Gede Wayan Subrata 67 adalah orang yang pertama kali menemukan goa ini.

Menurutnya, awal mula hingga dirinya menemukan goa dengan di dalamnya berisi benda kuno, itu berawal dari mimpi.

Pria yang juga guru spiritual di sebuah Pasraman di Dusun Dale mini mengaku beberapa kali mimpi melakukan bersih-bersih di goa tersebut.  “Awalnya memang dengan adanya mimpi itu tidak saya gubris,”aku mangku Subrata

Meski tak menghiraukan, namun mimpi tersebut secara terus menerus terulang dan seakan seperti kehidupan nyata.

Bahkan dirinya mengaku sempat beberapa kali mengalami sakit mendadak. “Seperti tiba-tiba panas karena mungkin akibat tidak terlalu memperhatikan mimpi itu,”tambahnya.

Setelah mendapat petunjuk lewat mimpi, pria dua istri dan 13 anak ini akhirnya melakukan bersih bersih di goa tersebut.

Mangku Subrata sendiri mengakui kalau Goa tersebut dia tahu sejak kecil.

Bahkan dia kenal goa yang di lereng tebing curam tersebut merupakan goa keramat. “Goa itu goa keramat. Tidak satupun ada orang yang berani datang ke sana. Kalau berani mengambil sesuatu di goa tersebut warga langsung sakit,”ujarnya.

Kemudian sekitar setahun lalu goa tersebut mulai di bersihkan dan ditata.

Awalnya juga sebagai tempat meditasi.

Kemudian guru spiritual Mangku Subrata yakni Ide Pandita Empu Darma Yoga sempat berkunjung goa.

Saat itu, kata Mangku Subrata, Sang Empu sempat mengatakan agar merawat tempat tersebut dan menyucikanya.

“Karena menurutnya beliau ada banyak benda-benda purba yang tersimpan di sana,”tambahnya.

Atas saran itu, Mangku Subrata kemudian melakukan bersih-bersih di area goa.

Bersama ponakanya yang masih SMP dan rekanya  Gede Dana 40. Saat itu, Dana tanpa sengaja menemukan sebuah Cincin dari besi. Cincin kecil ini ditemukan  17 Agustus 2018 lalu.

“Saat itu sedang bersih bersih, saya temukan Cincin kecil lengket di Batu. Cincin ini juga diduga benda purba yang meninggalan di goa tersebut. 

“Tiga hari kemudian kami kembali besih bersih dan ditemukan lagi berupa Gigi depan dan rahang,” ujar Dana.

Banda ini ditemukan lengket di batu. Sebelumnya juga ditemukan tempurung kelapa.

Gigi dan rahang panjang sekitar 8 cm.

Dana sendiri sempat mengecek dengan membandingkan struktur rahang yang ditemukan tersebut dengan rahang manusia Purba dan ternyata ada kesamaan.

Sehingga dirinya menduga  kalau rahang tersebut merupakan rahang manusia Purba yang tinggal di goa tersebut pada zama dulu.

Menurut Mangku Subrata disebutkan juga kalau goa tersebut diduga tempat tinggal tetua mereka dari Pasek Celegi yang juga merupakan orang Bali Aga.

Dugaan Mangku Subrata diperkuat adanya Pura Dadia atau Paibon Pasek Celagi di dekat goa tersebut.

Diakui  Mangku Subrata, Ide Empu yang juga guru spiritualnya diakui sempat mepuja di goa tersebut.(bersambung)

(rb/pra/tra/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia