Senin, 17 Dec 2018
radarbali
icon featured
Radar Buleleng

Terancam DO, Ratusan Siswa Kurang Mampu Akhirnya Terima Beasiswa

07 Desember 2018, 21: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

drop out, putus sekolah, beasiswa Miskin, beasiswa kurang mampu, Disdikpora Buleleng,

SUMRINGAH : Suasana penyerahan beasiswa kurang mampu oleh Disdikpora Buleleng, Jumat (7/12) (Eka Prasetya)

SINGARAJA –Sempat terancam putus sekolah alias drop out (DO) karena terkendala biaya. Sebanyak 358 siswa kurang mampu di Kabupaten Buleleng, Jumat (7/12) akhirnya menerima beasiswa.

Beasiswa bagi siswa kurang mampu itu sengaja diberikan agar siswa ini bisa menyelesaikan pendidikan dan tamat hingga tingkat SMP.

Kepala Disdikpora Buleleng Gede Suyasa dikonfirmasi di sela-sela penyerahan beasiswa mengatakan, siswa-siswa itu sengaja diberikan stimulus berupa beasiswa, sehingga mereka bisa mengakses kembali pendidikan.

“Semua siswa harus bisa mengakses pendidikan seluas-luasnya. Jadi lewat beasiswa ini, kami harap mereka tidak lagi bermasalah mengakses pendidikan,” kata Suyasa saat ditemui usai penyerahan beasiswa di Gedung Wanita Laksmi Graha

Menurutnya, dengan pemberian beasiswa kurang mampu, setiap siswa akan diberikan beasiswa sebesar Rp 1,2 juta.

Selain itu mereka juga diberikan bantuan pakaian, sepatu, serta tas.

“Jadi beasiswa itu bisa dimanfaatkan untuk hal-hal di luar itu. Kalau bermasalah dengan transportasi ke sekolah, kami juga akan bantu siapkan aksesnya. Pokoknya biar mereka bisa sekolah lagi dan menyelesaikan pendidikannya minimal sampai SMP,” tegasnya.

Selain menyerahkan beasiswa, kemarin Disdikpora Buleleng juga menyerahkan bonus pada para siswa berprestasi. Siswa yang meraih gelar juara di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, maupun internasional berhak atas bonus yang telah disiapkan pemerintah.

Seperti diketahui, dari data Disdikpora Buleleng, tercatat pada tahun 2017 ada 124 orang siswa dari 21 sekolah yang drop out.

Dari seratusan siswa itu, 103 orang siswa diantaranya berada di kelas tujuh dan 21 orang lainnya di kelas delapan.

Sedangkan di tahun 2018, ditemukan ada 234 orang siswa dari 36 sekolah yang mengalami drop out. Baik itu siswa yang duduk di bangku SMP maupun SD.

(rb/eps/pra/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia