Selasa, 21 Jan 2020
radarbali
icon featured
Dwipa

Ditemukan, Jasad Siswa SMPN 2 Kediri Korban Terseret Ombak Diaben

10 Desember 2018, 23: 15: 59 WIB | editor : ali mustofa

korban tenggelam, pelajar SMP, Siswa Terseret Ombak, Pantai Pangkung Tibah, Basarnas Tabanan,

KENANGAN : Ibu kandung korban Ni Wayan Sumitri Dwi Lestari menunjukkan foto mendiang (Juliadi)

Share this      

TABANAN – Pascahilang terseret ombak Pantai Pangkung, Tibah, Kediri, Tabanan, pada Minggu (9/12), Kadek Rea Dwi Andika, 13, pelajar asal Banjar Badung, Desa Pejaten, Kediri akhirnya ditemukan.

Jasad pelajar pelajar SMPN 2 Kediri, Tabanan, itu ditemukan sekitar pukul 06.41 oleh salah satu warga sekitar pantai Pangkung Tibah, Wayan Sukaja.

Mayat korban ditemukan tak jauh dari lokasi korban terseret ombak. 

Pasca ditemukan, suasana berkabung sangat terasa dirasakan di rumah mendiang. Bahkan saat Jawa Pos Radar Bali mendatangi rumah duka, tampak ibu kandung korban, Ni Wayan Sumitri Dwi Lestari terlihat tak henti-henti meneteskan air mata.

Mata Dwi Lestari pun terlibat sembab.

Meski begitu, ibu korban mau berbagi cerita tentang temuan jasad anaknya.

Menurut Dwi Lestari, saat ditemukan pertama kali, jasad korban ditemukan dalam posisi telungkup di pasir pantai dengan dengan masih mengenakan celana dalam.

“Saat ditemukan kondisi bagian tubuh sudah mengelupas dan membengkak,”ujar Dwi Lestari sembari menangis. 

Menurut Dwi, usai ditemukan, jenazah korban langsung dievakuai ke BRSUD Tabanan untuk kepentingan pemeriksaan.

“Baru setelah dari RS jenazah dibawa pulang ke rumah duka sekitar 07.30 tadi,”imbuhnya.

Diceritakan Sumitri, awal mula hingga dirinya mengetahui jika anaknya tenggelam terseret ombak, yakni setelah dirinya mendapat informasi dari warga sekitar pantai.

“Setelah mendengar kabar itu, saya langsung ke pantai. Dan ternyata benar dia,”ujar Sumitri Shock.

Usai ditemukan lanjutnya, dengan kondisi jenazah yang tidak memungkinkan untuk didiamkan berlama-lama di rumah duka, pihak keluarga memutuskan untuk melakukan upacara pengabenan.

“Jadi mau tidak mau hari ini harus laksanakan upacara ngaben karena kondisinya sudah tidak memungkinkan,” jelasnya. 

(rb/jul/pra/mus/JPR)

 TOP