Minggu, 24 Mar 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

UPDATE! Tiga Kapal Terbakar di Benoa, Polisi Periksa Empat Saksi

16 Desember 2018, 19: 45: 59 WIB | editor : ali mustofa

kapal terbakar, pelabuhan benoa, TNI AL Denpasar, Polsek Kawasan Laut, Dermaga Utara, kapal nelayan terbakar, KM Mutiara 19, KM Hiroyoshi,

TIGA HANGUS : Suasana kebakaran tiga kapal di Dermaga Utara Pelabuhan Benoa, Minggu (16/12) (Lanal Denpasar for Jawa Pos Radar Bali)

BENOA – Musibah kebakaran kapal, Minggu (16/12) sekitar pukul 14.30 kembali terjadi

di Dermaga Utara, Pelabuhan Benoa.

Akibat kebakaran, tiga unit kapal motor (KM) hangus.

Kapolsek Kawasan Laut Benoa, Kompol Made Sukerti dikonfirmasi di lokasi kejadian, menjelaskan, atas musibah kebakaran yang sempat membuat panik warga, pihak kepolisian telah memanggil empat orang saksi .

“Saat ini baru empat orang saksi yang kami lakukan pemeriksaan untuk mengetahui bagaimana kronologi awal kejadian ini,” ujar Made Sukerti.

Dijelaskan, dari hasil keterangan saksi, hingga musibah kebakaran yang menghanguskan tiga kapal, yakni KM Hiroyoshi 6, KM Mutiara 19, dan KM Hiroyoshi 17, berawal saat tiga kapal sedang bersandar di dermaga.

Saat kejadian, posisi ketiga kapal berdempetan menempel di pinggir dermaga.

“Dugaan sementara sumber api berasal dari KM Hiroyoshi 17. Kemudian karena angin bertiup dari arah selatan ke utara, api yang ada di KM Hiroyoshi 17 merembet ke KM Mutiara 19,” jelas Sukerti.

Bahkan, lanjutnya, tak hanya KM Hiroyoshi 17 dan KM Mutiara 19, yang terbakar setengah badan. KM Hiroyoshi 6  yang sebelumnya sempat ditarik keluar menuju ke tengah laut, kata kapolsek juga ikut tersulut api di bagian belakang.

 “Sampai saat ini kami masih lakukan pemeriksaan saksi. Dari keterangan saksi, ada satu anak buah kapal (ABK) di KM Hiroyoshi 17. Sedangkan di KM Mutiara 19 ada beberapa ABK. Nah ini yang masih kami lakukan pemeriksaan lagi,” ungkap Kapolsek.

Sementara untuk empat saksi yang diperiksa, Made Sukerti menyebutkan bahwa keempat orang saksi, itu diantaranya securty yang melihat ABK saat turun berlarian dari kapal, seorang ABK, pemilik kapal dan kapten.

“Sambil menunggu hasil laboratorium forensik, kami lakukan identifikasi terlebih dahulu. Sehingga untuk penyebab pasti (kebakaran) masih dalam penyelidikan,” jelasnya. 

(rb/pra/ara/mus/JPR)

 TOP