Kamis, 14 Nov 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

SPBU Teras Ayung Diduga Curang, Pertamina "Kebakaran Jenggot"

18 Desember 2018, 21: 22: 01 WIB | editor : ali mustofa

spbu teras ayung, spbu nakal, pertamina, curangi konsumen, Polsek Dentim,

BANTAH KECURANGAN : Operator SPBU Teras Ayung saat melakukan pengecekan di mesin usai mendapat komplain dari konsumen (Dok. Radar Bali)

Share this      

DENPASAR-Terungkapnya kasus dugaan kecurangan di SPBU 54.80.111 Teras Ayung Gastu Timur. Pada Senin (17/12) membuat pihak pertamina kebakaran jenggot.

Bahkan atas dugaan kecurangan yang terjadi di SPBU Teras Ayung, Sales Eksekutif Pertamina Wilayah IX, Bagus Handoko, Selasa (18/12) langsung angkat bicara.

Menurutnya, atas dugaan kecurangan yang dilakukan oleh operator SPBU dekat perumahan elit Teras Ayung, Handoko langsung menampik.

Ia berdalih bahwa adanya selisih pengisian bahan bakar pertamax yang dialami konsumen disebabkan karena adanya kerusakan pada dispenser.

Menurutnya, akibat kerusakan itu flow meternya rusak dan hal itu diakui terjadi bukan ada unsure kesengajaan. 

"Beda ceritanya kalau itu dimodifikasi. Sehingga ranahnya bukan lagi SPBU melakukan kecurangan tapi murni ada kerusakan,"ujar Handoko.

Bahkan untuk meyakinkan pernyataannya bahwa SPBU Teras Ayung tidak melakukan kecurangan, Handoko menyebut bahwa SPBU Teras Ayung masuk kategori SPBU Pasti Pas.

Menurut Handoko, pihak Pertamina selalu rutin melakukan audit secara berkala.

Bahkan seminggu sebelum kejadian pun, diakui Handoko juga dilakukan audit di SPBU Teras Ayung. “Sesuai hasil audit yang dilakuka memenuhi standar dan lolos.

Baik dalam pas takarannya, kualitas BBM-nya maupun pelayanannya,”imbuhnya.

Untuk itu, lagi-lagi, Handoko kembali menegaskan bahwa masalah yang terjadi pada beberapa hari lalu murni kesalahpahaman karena mesin dispenser yang rusak. Dimana flow meter pada dispensernya mengalami kerusakan.

"Dispenser itu kan alat. Alat itu kan sewaktu-waktu bisa bermasalah. Gak ada alat yang jamin gak bermasalah. Pada saat pengisian itu, flow meternya rusak. Cuman flow meter rusak itu kan deteksinya tiap pagi pasti kami tera," terang Handoko.

(rb/pra/mar/mus/JPR)

 TOP