Selasa, 19 Feb 2019
radarbali
icon featured
Ekonomi

Hebat, Sepanjang 2018 Produksi Padi Buleleng Surplus

08 Februari 2019, 16: 36: 05 WIB | editor : ali mustofa

produksi padi, petani buleleng, distan buleleng

Petani Buleleng memanen padi. Tahun 2018, produksi padi Buleleng mengalami surplus (Eka Prasetya/Radar Bali)

SINGARAJA – Produksi padi di Kabupaten Buleleng sepanjang tahun 2018 lalu masih mengalami surplus.

Meski makin terjepit karena alih fungsi lahan yang makin masif, petani berhasil meningkatkan produksi padi pada luas lahan yang terbatas.

Data di Dinas Pertanian Buleleng menunjukkan, pada tahun 2018 lalu produksi padi di Kabupaten Buleleng mencapai 133.367 ton gabah kering giling. Padi itu diproduksi dari lahan seluas 21.317 hektare.

Realisasi padi tersebut, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka produksi pada tahun 2017 lalu. saat itu jumlah produksi padi mencapai 117.161 ton.

Artinya kenaikan produksi sepanjang 2018 mencapai 16.206 ton atau naik 13,83 persen. Plt. Kepala Dinas Pertanian Buleleng I Made Sumiasa mengatakan, kenaikan produksi itu sangat dipengaruhi dengan perlakuan terhadap lahan pertanian.

Baik itu perlakuan terhadap padi, tanaman, maupun organisme pengganggu tanaman. Menurut Sumiarta, perlakuan khusus itu mampu menaikkan produktifitas lahan.

Tadinya pada 2017, produktifitas lahan hanya 55,43 kwintal per hektare. Namun pada 2018, produktifitas naik 10,64 persen, sehingga menjadi 62,5 kwintal per hektare.

“Memang ada perlakuan-perlakuan khusus yang dilakukan. Misalnyapenerapan varietas unggal, pengendalian hama terpadu, sampai di penanganan pasca-panen,” kata Sumiarta.

Di penanganan pasca-panen misalnya, pemerintah memberikan pinjaman power teaser. Alat ini sangat memengaruhi proses perontokan padi, sehingga produksi gabah meningkat.

Selain itu pemberian benih unggul dan pupuk juga diyakini mendongkrak produksi. “Kebetulan tahun lalu iklim juga sangat mendukung. Sehingga serangan hama tidak terlalu banyak.

Begitu ada laporan serangan hama, tim kami juga langsung turun melakukan penanganan bersama petani. Sehingga tidak meluas,” imbuh Sumiarta.

Tambahan produksi itu pun membuat pasokan beras di Buleleng mengalami surplus. Beras-beras yang diproduksi para petani Buleleng bahkan disuplai hingga ke Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan pangan di sana. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia