Senin, 23 Sep 2019
radarbali
icon featured
Ekonomi

Sektor Pertanian Jadi Andalan, Sumbang 30 Persen Pendapatan Warga

10 Februari 2019, 10: 52: 46 WIB | editor : ali mustofa

sektor pertanian, pendapatan perkapita, distan buleleng, petani buleleng

RUSAK: Petani cabai Buleleng menunjukkan tanaman cabai miliknya yang rusak karena cuaca buruk (dok.radarbali)

Share this      

SINGARAJA – Sektor pertanian rupanya masih menjadi sektor andalan di Buleleng. Rencananya pada tahun 2020 mendatang, pemerintah masih akan fokus membangun sektor pertanian.

Pemerintah bahkan sudah ancang-ancang menyusun program kerja, untuk tahun 2020 mendatang. Kepala Bappeda Litbang Buleleng Nyoman Genep mengatakan, potensi perekonomian di Buleleng masih disumbangkan oleh sektor pertanian.

Hampir 30 persen porsi pendapatan per kapita masyarakat Buleleng, didominasi sektor pertanian. Selain itu produksi pertanian di Buleleng juga sangat besar, sehingga diperdagangkan ke luar daerah hingga ke luar negeri.

Hal itu menjadi indikasi potensi perputaran ekonomi dari sektor ini juga cukup besar. “Tenaga kerja kita juga sebagian besar terserap di pertanian. Itu sampai 40 persen.

Tapi masyarakat miskin juga banyak yang bekerja di sektor ini. makanya tahun depan kami akan fokus mengembangkan pertanian, sehingga kemiskinan bisa ditanggulangi,” kata Genep.

Genep menegaskan, pemerintah sudah menggali potensi-potensi di sektor pertanian. Sehingga angka kemiskinan bisa dientaskan melalui pemberdayaan pada sektor pertanian.

Pemberdayaan pun akan dimulai dari tingkat desa, sehingga upaya penanggulangan bisa lebih efektif.

“Potensi di tiap-tiap desa sudah kami  petakan. Sehingga pertanian ini akan menjadi daya ungkit. Tentu nanti akan dibantu sektor lainnya,

seperti perdagangan. Sehingga pengentasannya lebih optimal,” imbuh Genep yang juga mantan Kadis Pertanian Buleleng itu.

Rencananya dalam waktu dekat ini, Bappeda Litbang Buleleng akan menggelar forum konsultasi publik.

Lewat forum tersebut pemerintah akan menjaring masukan dari masyarakat, sehingga penyusunan program kerja dan skala prioritas pembangunan lebih terarah. 

(rb/eps/mus/JPR)

 TOP