Jumat, 24 May 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

Terungkap! Aksi Sok Jagoan Oknum Pentolan Ormas Ternyata Karena Dendam

11 Februari 2019, 17: 38: 25 WIB | editor : ali mustofa

Gung Balang, pentolan ormas, ormas, Polresta Denpasar, main pukul, pria jagoan, aksi penganiayaan, sok jagoan,

DENDAM LAMA : Tersangka Gung Balang (tengah) diapit petugas di Mapolresta Denpasar, Senin (11/2) (Marcell Pampur)

DENPASAR-Terungkap sudah motif di balik aksi sok jagoan yang dilakukan pentolan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) Ketut Nengah Agung Setiawan alias Gung Balang.

Ternyata aksi main jotos yang terjadi di pinggir jalan Keboiwa Utara banjar Pagutan Padangsambian Kaja Denpasar Barat dengan korban I Wayan Nurata, pada Sabtu (9/2) pukul 10.30 lalu, itu dipicu akibat dendam lama.

Seperti ditegaskan Waka Polresta Denpasar, AKBP Wayan Artana. Dikonfirmasi, Senin (11/2), ia menjelaskan motif dendam pelaku terhadap korban itu terjadi sekitar tiga bulang lalu.

Saat itu, korban I Wayan Nurata membantu tetangganya menurunkan salah satu bendera partai yang terpasang di depan rumah tetangganya tersebut. Namun tanpa diduga, pelaku yang melihat hal itu datang dengan marah-marah.

"Pelaku marah-marah dan mengancam korban. Padahal korban hanya bantu melipat. Setelah diturunkan, bendera itu diserahkan ke partai oleh tetangga korban," terang Artana.

Bahkan sudah  cukup lama, dendam pelaku memuncak pada, Sabtu (9/2), Saat itu sekitar pukul 10.30 korban baru pulang membeli rokok dari warung mengendarai sepeda motor. 

Sesampainya di perempatan Pagutan, korban melaju ke Utara Jalan Kebo Iwa, Banjar Pagutan, Padangsambian Kaja, Denpasar. 

"Tiba-tiba pelaku (Gung Balang) datang dari arah Utara dengan mengendarai sepeda motor dan langsung menabrak sepeda motor korban dari samping hingga terjatuh," tambah Artana. 

Selanjutnya akibat ditabrak motor oleh pelaku, selain korban mengalami cidera di bagian paha,

pelaku yang saat itu mengenakan singlet dan celana pendek langsung memukuli korban di bagian wajah "Korban mengalami memar di wajah dan luka di leher. Kesimpulannya setelah kami periksa apa dibalik motif penganiayaan itu karena pelaku dendam dengan korban atas kejadian sebelumnya," terang Artana.

(rb/pra/mar/mus/JPR)

 TOP