Selasa, 19 Feb 2019
radarbali
icon featured
Hukum & Kriminal

4 Fakta Gung Balang, Jagoan Lawan Tanding TSK Smackdown di Kebo Iwa

12 Februari 2019, 07: 20: 35 WIB | editor : ali mustofa

aksi penganiayaan, gung balang, sok jagoan, badan dirantai, polresta denpasar

Kaki dan tangan Gung Balang dirantai saat ditunjukkan ke awak media di Mapolresta Denpasar kemarin (Adrian Suwanto/Radar Bali)

DENPASAR - Ketut Nengah Agung Setiawan atau Gung Balang, pelaku smackdown Wayan Nurata, Sabtu (9/2) pukul 10.30 di pinggir Jalan Kebo Iwa Utara, Denpasar, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

Pascaditangkap, Gung Balang kini ditahan di sel tahanan Mapolresta Denpasar dengan kondisi tangan dan kaki dirantai. Berikut fakta-fakta tentang Gung Balang yang perlu semeton tahu.

1.       Ketut Nengah Agung Setiawan alias Gung Balang dikenal sebagai pentolan ormas di Padangsambian Denpasar Barat. Namanya mencuat beberapa hari ini karena aksinya yang kalap meninju korban I Wayan Nurata, Sabtu (9/2) lalu.

2.       Gung Balang tinggal di lingkungan Pagutan, Dusun Pagutan, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat. Gung Balang merupakan simpatisan salah satu partai.

Hal itu jugalah yang memicu dirinya menganiaya I Wayan Nurata setelah tiga bulan lalu, Nurata diketahui membantu tetangganya menurunkan bendera partai

yang dipasang di depan rumah tetangga tersebut. Bendera partai yang diturunkan itu, diduga adalah partai yang didukung Gung Balang.

3.       Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana menyebut Gung Balang bukan pengurus partai. Gung Balang hanya simpatisan parpol dari salah satu calon anggota legislatif.

4.       AKBP Nyoman Artana menyebut bahwa dalam kesehariannya Gung Balang juga berjualan buah di pinggir jalan.

Bagaimana dengan korban? Menurut AKBP Nyoman Artana, korban I Wayan Nurata bukan pendukung parpol. Nurata hanyalah seorang buruh biasa.

"Korban tidak berkaitan dengan parpol hanya kesalahpahaman saja, karena korban membantu tetangganya. Sehingga asumsi pelaku bahwa

korban yang menurunkan bendera," ujar perwira melati dua di pundak ini sembari menambahkan bahwa aksi pelaku tidak didasari atas suruhan petinggi salah satu partai.

(rb/mar/mus/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia